Beritabanten.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bergerak cepat menangani genangan air yang kembali muncul di Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di depan dealer Honda KM 3.
Tindakan penanganan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan pemantauan langsung dari Wali Kota Cilegon, Robinsar.
Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna, menjelaskan bahwa genangan disebabkan oleh tersumbatnya sodetan air ke saluran pembuangan, akibat penumpukan pasir dan sedimentasi. Aliran air pun tertahan dan menyebabkan tergenangnya jalan.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung turun ke lokasi bersama Pak Wali. Kami temukan saluran mampet dan tertutup, lalu segera dikerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi. Kami juga menambah box culvert agar kapasitas saluran meningkat,” ujar Dendi.
Daya tampung saluran sebelumnya hanya sekitar 40 cm. Dengan penambahan box culvert ukuran 1 meter, kini diharapkan mampu menampung debit air yang lebih besar saat hujan.
Tak hanya di KM 3 JLS, Dinas PUPR juga melakukan penanganan serupa di kawasan PCI yang mengalami genangan akibat tumpukan sampah dan pasir. Dendi menyebut, pemeliharaan rutin sangat diperlukan di sepanjang JLS yang panjangnya mencapai 16 kilometer.
“JLS dilalui berbagai jenis kendaraan. Ke depan, akan dibentuk tim pemeliharaan yang bertugas dua sampai tiga kali dalam sehari. Tapi kami juga perlu dukungan anggaran, khususnya di daerah rawan seperti Ciwandan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, menuturkan pihaknya membantu proses penanganan genangan dengan mengoperasikan pompa alkon. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah ini hanya bersifat sementara.
“Penggunaan pompa bisa mempercepat air surut, tapi untuk jangka panjang tetap dibutuhkan solusi permanen seperti pelebaran saluran dan peninggian area yang lebih rendah. Misalnya, di Kalitimbang air kerap menggenang karena berada di cekungan,” jelasnya.
Pemkot Cilegon menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir dan genangan, terutama di titik-titik rawan, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan