Beritabanten.com – Serangan militer Isreal pada kawasan Gaza menyebabkan banyak penduduk kelaparan, bahkan ada yang meninggal dunia

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada Rabu (10/9/2025) melaporkan terdapat lima orang meninggal dunia dalam kurun waktu 24 jam terakhir akibat kelaparan, termasuk seorang anak yang mengalami malnutrisi akut.

Total korban tewas akibat kelaparan dan kekurangan gizi di wilayah tersebut kini mencapai 404 orang, dengan 141 di antaranya merupakan anak-anak.

Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa kondisi di Gaza telah memasuki fase bencana kelaparan yang paling parah yang pernah mereka catat. Menurut badan PBB itu, tingkat kelaparan di Gaza mencapai rekor tertinggi sejak konflik memanas pada Oktober 2023.

Krisis ini makin diperparah oleh blokade militer Israel yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.

Serangan Israel sejak dua tahun terakhir juga telah menyebabkan lebih dari 64.600 warga Gaza kehilangan nyawa, menghancurkan hampir seluruh infrastruktur, dan membuat layanan kesehatan lumpuh total.

“Rakyat Gaza menghadapi kelaparan dalam skala besar, dengan anak-anak menjadi korban paling rentan,” demikian pernyataan salah satu pejabat WFP.

Akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan medis menjadi sangat terbatas, sementara komunitas internasional terus mendesak adanya gencatan senjata dan pembukaan koridor bantuan.

Namun, hingga kini belum ada solusi konkret yang menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com