TRADISI Khataman Al-Qur’an telah berlangsung lama, sejak masa Rasulullah SAW. Dia adalah Sunnah Rasul yang sangat utama dan istimewa.
Penelitian Dokter Mesir pemilik Klinik Kesehatan di Amerika menyimpulkan Khataman Al-Qur’an merupakan aktivitas luar biasa manfaat dan kebaikannya lahir batin, fisik dan mental spiritual, jasmani dan rohani, dunia akhirat.
Banyak sekali Hadits Sahih yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat memotivasi dan mengapresiasi para Sahabat agar tidak pernah berhenti atau terus menerus mengkhatamkan Al-Qur’an (HR.Tirmidzi).
“Para Malaikat akan bershalawat (berdoa) bagi mereka yang mengkhatamkan Al-Qur’an hingga Subuh, bila mengkhatamkan Al-Qur’an pada permulaan malam. Apabila Khatam bertepatan akhir malam, maka Malaikat akan bershalawat (berdoa) untuknya hingga sore hari.” (Ad-Darimi).
Apatah lagi betapa dahsyatnya, puluhan ribu Malaikat ‘Arasy turun ke bumi untuk meng Amin kan (yang pasti diijabah) do’a saat Khatam Al-Qur’an. (HR.Abu Dawud).
Berlomba Khatam Al-Qur’an
Bahkan para Sahabat berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur’an sesering mungkin. Ada yang sebulan, dua puluh hari, lima belas hari, sepuluh hari, lima hari bahkan lebih cepat lagi, setiap hari. Masya Allah! Luar biasa.
Namun dari beberapa riwayat, Rasulullah SAW memberikan petunjuk, bahwa batasan waktu minimal atau paling cepat Khatam Al-Qur’an adalah tiga hari.
Dari beberapa riwayat tersebut, jelas dan terang benderang memberikan pemahaman bahwa mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai sebuah ibadah adalah sangat utama, selayaknya menjadi ritual dan rutinitas serta kebutuhan sehari-hari sesuai dengan kemampuan, situasi dan kondisi. Ditambah lagi betapa tinggi nilai kebaikan setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca.
Di samping diyakini pula dengan demikian akan memperoleh Berkah dan Syafaat Al-Qur’an baik di dunia maupun di akhirat. Karena berbagai keistimewaan itu pula, Khatam Al-Qur’an sudah mentradisi di kalangan umat untuk berbagai hajat dan kepentingan hidup sehari-hari.
Keutamaan Khatam Al-Qur’an Bulan Ramadhan
Dalam sebuah Hadits ditegaskan pula, khusus pada bulan Ramadhan, sebagai bulan spesial dan istimewa, membaca satu ayat Al-Qur’an saja, seperti mengkhatamkan seluruh Al-Qur’an.
Maka tidak heran kalau di bulan Ramadhan yang penuh magfirah, berlimpah berkah dan berlipat ganda pahala, kaum muslimin dan muslimat baik sendiri-sendiri maupun berkelompok, semakin bergairah, antusias dan berlomba-lomba Tadarus Al-Qur’an sampai Khatam. Masya Allah.
Ternyata kelak di hari Kiamat, Al-Qur’an pula yang dapat memberikan Syafaat bagi mereka yang senantiasa bersahabat dan bersama Al-Qur’an, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an. (HR.Tirmidzi).
Ini adalah warning, bahwa sesungguhnya bukan harta, kekayaan, pangkat, jabatan dan kekuasaan dan sebagainya yang dapat menyelamatkan seseorang di akhirat.
Khatam Al-Qur’an Cinta Rasul SAW
Dalam konteks ini, bagi umat yang mengaku mencintai Rasulullah SAW, seharusnya konsekuen untuk mengikuti Sunnahnya, wabil khusus dan utamanya dalam membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an kapan dan di manapun juga.
Karena itu andai ada narasi bahwa mengkhatamkan Al-Qur’an tidak ada gunanya, hakikinya justru menentang dan menolak Sunnah Rasul SAW. atau Inkar Sunnah.
Sebijaknya lebih memperbanyak literasi dan komparasi, sehingga akan bijak pula dalam bernarasi. Tidak lantas dengan simplistis dan cenderung arogan menjustifikasi atau memvonis hitam putih, menghancurkan asa dan tidak produktif lagi tidak mengedukasi dan membahagiakan umat.
Kepada semua pihak dimohon hati-hati dan waspada dengan narasi yang sangat berbahaya ini. Ini narasi Islamophobia, sekuler lagi menyesatkan yang harus diluruskan secara proporsional.
Jangan sampai membingungkan dan melemahkan gairah yang sedang trend lagi marak-maraknya membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat. Karena dikuatirkan endingnya tanpa disadari membuat umat justru jauh dan lari dari Al-Qur’an.
Sedang Allah dan Rasul SAW sendiri tidak mengatakan bahkan pasti tidak menghendaki demikian. Justru memberikan asa dan imbalan luar biasa spektakuler membahagiakan. Sebab, yang hanya mendengarkan saja memperoleh Rahmat dari Allah SWT. (Al-A’raf : 204).
Juga amat menakjubkan, seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW bahwa :
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama jajaran Malaikat Yang Mulia di Surga. Sedang orang yang membaca Al-Qur’an masih terbata-bata akan memperoleh dua pahala”.(HR.Muslim). Amazing.
Sekali lagi, membaca dan Khatam Al-Qur’an, tidak diragukan sedikitpun jua, adalah sebagai amalan dan ibadah utama yang amat mulia, istimewa lagi terpuji, sarat manfaat dan kebaikan, berlimpah hikmah dan manfaat, sekaligus tidaklah mungkin sia-sia.
“…karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan”. (Hud : 115).
Bagaimanapun, membaca dan Khatam Al-Qur’an adalah ibadah khas, spesifik, spesial dan amat sakral. Sebagai mukjizat, secara esensial, berbeda jauh dengan bacaan-bacaan lainnya, hatta tidak mengerti ayat yang dibaca. Itulah magnet dan uniknya Al-Qur’an.
Beruntung dan berbahagialah bagi mereka yang bersahabat dan cinta Al-Qur’an, dengan rajin dan terus menerus, serta tidak pernah berhenti membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an sepanjang hayat.
Akhirnya, tiada hari tanpa Al-Qur’an dan berinaksi dengan Al-Qur’an selamanya. Wallahu A’lam!
Penulis: Moersjied Qorie Indra, Direktur Qur’an Center Bintaro. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan