Beritbanten.com — Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang Universitas Hatvard terima mahasiswa asing menuai kecaman.
Adalah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla yang menilai langkagh Trump tersebut lebih disebabkan oleh sentimen dirinya terhadap China.
Dia katakan, Trump seolah sedang melawan dunia bukan Amerika, karena dia sendiri sebenarnya tidak disukai di negerinya sendiri.
“Orang berontak, orang konflik, orang demo terus-terus,” ujar Jusuf Kalla dalam acara Meet The Leaders Universitas Paramadina, Jakarta, beberapa waktu lalu, dikutip dari CNN, Senin (26/5/2025).
Menurutnya, langkah tersebut diambil Trump hanya karena sentimen terhadap China dengan kasus paling kentara terkait perang tarif impor.
“Gila orang ini, Harvard pun ditutupnya untuk orang asing, hanya karena sentimennya ke China,” ucap Dia.
Menurut JK, China saat ini maju karena belajar teknologi dari Amerika.
Ia juga menyatakan kampus nomor satu di dunia ini masih dipegang oleh Harvard, baik dari segi keilmuan, sains, hingga teknologi, selain MIT (The Massachusetts Institute of Technology) di Boston.
JK mengkritisi gaya kepemimpinan Trump yang hanya mengandalkan emosi tanpa pengetahuan, sehingga memunculkan berbagai kebijakan yang kontroversial.
Terdapat 6.800 mahasiswa asing yangkuliah di Harvard pada 2025-2026 atau 27 persen dari seluruh mahasiswa yang kuliah di kampus ternama AS tersebut.
Diketahui mahasiswa asal China sendiri pernah menjadi yang terbanyak di Universitas Harvard pada 2022 sebesar 1.016 orang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan