Beritabanten.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menargetkan produksi padi tahun 2025 mencapai 817.026 ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan sasaran panen di lahan seluas 131.577 hektare.

Target  tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 969.216 ton GKP.

Kepala DPKP Pandeglang, Nasir mengungkapkan penurunan target tersebut disebabkan kerusakan infrastruktur lahan pertanian, terutama irigasi yang terdampak bencana alam.

“Beberapa infrastruktur, seperti irigasi yang rusak akibat banjir, menjadi kendala. Sekitar 8.000 hektare terdampak, dengan 654 hektare mengalami puso. Ini menjadi perhatian utama kami,” ujar dia, Senin (13/1).

DPKP Pandeglang telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR dalam membahas percepatan normalisasi irigasi yang rusak.

“Jika sistem irigasi berfungsi optimal dan air permukaan dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui program irigasi perpompaan, kami yakin produksi padi bisa meningkat signifikan,” jelas Nasir.

Nasir tetap optimis ata target produksi padi tahun 2025 dapat tercapai dengan bantuan program strategis seperti pompanisasi, perbaikan irigasi serta penggunaan benih unggul dan pupuk berkualitas.

Selain itu, pihaknya akan mempercepat penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) dengan target harian, bulanan dan tahunan.

“Kami akan terus mendorong pemanfaatan benih berkualitas dan memastikan pasokan pupuk mencukupi kebutuhan petani,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita menegaskan bahwa Kabupaten Pandeglang siap berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.

Menuru dia, Pandeglang merupakan lumbung pangan di Provinsi Banten dengan kontribusi sekitar 30 hingga 40 persen terhadap produksi pangan di wilayah tersebut.

“Pandeglang memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional karena wilayah kami yang subur. Pada tahun 2023, kami bahkan meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian atas kontribusi ini,” ujar Irna.

“Pandeglang diharapkan dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Provinsi Banten, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani lokal,” demikian dia menutup. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com