Beritabanten.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Didiek Hartantyo, menjadi perhatian publik setelah ia tampak membungkukkan badan sebagai bentuk permintaan maaf terkait anjloknya Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang melayani rute Surabaya Pasarturi–Gambir.
Insiden tersebut terjadi di Stasiun Pagedenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Dalam konferensi pers yang digelar di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/8/2025), Didiek menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang terkena dampak dari kejadian tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak,” ucap Didiek.
Akibat insiden itu, PT KAI mencatat sebanyak 80 perjalanan kereta terpaksa dibatalkan mulai 1 hingga 13 Agustus 2025, dan sekitar 440.000 tiket dinyatakan batal.
“Dalam rentang tanggal 1 sampai 3 Agustus, jumlah tiket yang dibatalkan mencapai 440.000,” ungkapnya.
Didiek juga menegaskan bahwa pihak KAI akan mengembalikan dana tiket secara penuh (100 persen) kepada para penumpang yang perjalanannya dibatalkan akibat kejadian tersebut.
Proses pengembalian tiket akan berlangsung selama tujuh hari ke depan guna memastikan seluruh calon penumpang yang terdampak bisa memperoleh haknya.
“Hingga saat ini, sebanyak 12 ribu tiket telah dibatalkan, dan kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah. Karena itu, masa pembatalan kami perpanjang selama tujuh hari, dengan jaminan refund penuh,” jelas Didiek. (Azk)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan