Beritabanten.com – Penemuan jenazah salah satu kru Speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal menjadi alasan bagi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia untuk mendorong dilanjutkannya operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang.

Jenazah tersebut ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026. Setelah dilakukan proses identifikasi, korban diketahui bernama Surakman, salah satu dari tiga kru Speedboat Arupadhatu 1 yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak bersama lima jurnalis lainnya.

Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail mengatakan, penemuan satu korban seharusnya menjadi momentum untuk kembali melakukan pencarian terhadap tujuh orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan.

“Ini menyangkut keselamatan dan kepastian terkait hak hidup seseorang. Apalagi, para korban adalah mereka yang tengah berjuang demi kepentingan bangsa,” kata Yakub di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Yakub, operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan Tim SAR Gabungan memang telah dihentikan sejak 7 September 2026. Operasi tersebut berlangsung selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari sehingga total pencarian mencapai 10 hari.

Namun, penemuan Surakman beberapa hari setelah operasi dihentikan dinilai memberikan petunjuk baru yang semestinya dapat ditindaklanjuti oleh tim pencarian. Lokasi ditemukannya korban, menurut Yakub, dapat menjadi titik penting untuk memperluas kembali penyisiran.

“Justru inilah momentumnya untuk kembali dilakukan penyisiran, khususnya di kawasan seputar ditemukannya jenazah salah satu korban,” ujarnya.

IMO Indonesia meminta pihak berwenang mempertimbangkan pembukaan kembali operasi pencarian dengan memanfaatkan informasi baru dari lokasi penemuan korban. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga para korban yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarganya.

Kasus hilangnya Speedboat Arupadhatu 1 sebelumnya menjadi perhatian karena di dalam kapal tersebut terdapat lima jurnalis. Selain para jurnalis, tiga kru kapal juga dilaporkan hilang kontak dalam peristiwa tersebut.

Bagi IMO Indonesia, pencarian terhadap korban tidak semata-mata menyangkut operasi kemanusiaan, tetapi juga berkaitan dengan hak keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.

Karena itu, organisasi tersebut berharap pemerintah dan seluruh unsur terkait kembali memperkuat koordinasi apabila operasi pencarian tahap lanjutan dibuka. Penemuan Surakman di Pulau Enggano diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk menentukan arah penyisiran berikutnya.

IMO Indonesia juga meminta agar perkembangan pencarian disampaikan secara terbuka sehingga keluarga korban, komunitas pers, dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai langkah-langkah yang dilakukan pemerintah.

Hingga kini, penemuan Surakman baru memberikan kepastian terhadap satu dari delapan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. Tujuh korban lainnya masih menjadi bagian dari pencarian dan penantian keluarga. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com