Beritabanten.com – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kawasan Padepokan Aswaja, Ciputat Timur, Rabu (1/5/2026). Ratusan alumni Pesantren Darussalam Ciamis dari berbagai daerah di Jabodetabek dan Banten berkumpul dalam pelantikan kepengurusan sekaligus reuni akbar alumni. Pertemuan itu menghadirkan wajah-wajah lintas generasi yang selama ini tersebar di berbagai sektor kehidupan nasional, mulai dari dunia pendidikan, birokrasi, hukum, politik, dakwah, hingga kewirausahaan.

Momentum tersebut berkembang menjadi ruang konsolidasi nilai, penguatan jejaring sosial, serta peneguhan kembali posisi alumni pesantren dalam kehidupan kebangsaan. Para alumni tampak memenuhi area padepokan sejak pagi hari. Percakapan hangat tentang masa-masa mondok, keteladanan para guru, hingga tantangan umat dan bangsa mengalir sepanjang kegiatan.

Kegiatan itu juga menjadi penanda kuatnya jejaring alumni pesantren yang terus hidup dan bergerak di tengah masyarakat. Dari ruang pendidikan tradisional berbasis nilai-nilai keislaman, lahir sumber daya manusia yang kini mengambil peran penting dalam berbagai bidang kehidupan nasional.

Pembina Ikatan Keluarga Alumni Darussalam (IKADA) Ciamis wilayah Jabodetabek dan Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan bahwa alumni pesantren saat ini telah hadir dan mewarnai hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat. Menurutnya, kontribusi alumni pesantren telah dirasakan secara nyata dalam kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, pemerintahan, hingga ruang-ruang pengabdian masyarakat lainnya.

“Alumni pesantren hari ini sudah banyak mengisi seluruh aspek kenegaraan dan sektor-sektor penting di masyarakat. Perannya telah dirasakan sebagai penggerak sosial, penjaga moral publik, sekaligus menjadi rujukan dalam berbagai problem keumatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pesantren selama ini memiliki kekuatan dalam membangun karakter, integritas, kedalaman ilmu, serta daya tahan sosial para santri. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi alumni untuk terus memberi manfaat di tengah masyarakat.

Menurut Kang Abie, demikian beliau akrab disapa, bangsa Indonesia memerlukan kontribusi nyata dari kalangan pesantren dalam memperkuat etika sosial, menjaga harmoni kebangsaan, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Pemikiran dan karya nyata alumni pesantren, kata dia, menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan nasional.

“Pemikiran dan karya nyata alumni pesantren ditunggu bangsa ini. Potensi besar yang dimiliki para alumni perlu terus ditingkatkan dan diarahkan untuk memberi sumbangsih nyata bagi pembangunan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama alumni secara guyub, kompak, dan saling menguatkan. Menurutnya, jejaring alumni pesantren merupakan modal sosial yang sangat besar apabila terus dirawat dalam semangat kebersamaan dan pengabdian.

“Hubungan alumni pesantren perlu dibangun secara kompak dan berkelanjutan sehingga seluruh potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina IKADA Pusat sekaligus pengasuh pesantren Darussalam Ciamis, K.H. Dr. Fadli Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep, menyampaikan pesan-pesan kepemimpinan Islam yang bertumpu pada akhlak dan keteladanan.

Menurutnya, inti kepemimpinan dalam Islam terletak pada amanah dan ketulusan dalam melayani umat. Kepemimpinan dipahami sebagai jalan pengabdian kepada Allah SWT serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir dengan hati dan bekerja dengan ikhlas karena Allah SWT,” ujarnya.

Ang Icep menjelaskan bahwa seorang pemimpin umat harus memiliki karakter adil, amanah, rendah hati, menghormati yang lebih tua, serta menjauhi sifat tamak. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketenteraman sosial dan persatuan masyarakat.

Ia mencontohkan keteladanan Khalifah Umar bin Khattab yang dikenal hidup sederhana dan dekat dengan rakyat kecil. Dalam berbagai riwayat sejarah Islam, Umar digambarkan turun langsung membantu masyarakat yang mengalami kesulitan karena rasa tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT.

“Keteladanan Umar bin Khattab menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mau turun langsung membantu rakyatnya,” kata Ang Icep.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islam kepada generasi muda pesantren agar tetap menjaga tradisi hormat kepada guru, kasih sayang antar sesama, serta menjauhkan diri dari sikap rakus terhadap dunia.

Reuni akbar alumni Darussalam Ciamis itu memperlihatkan bahwa pesantren tetap memiliki energi sosial yang besar dalam merawat kehidupan kebangsaan. Dari lingkungan pesantren lahir jejaring manusia yang terus bergerak mengisi kehidupan masyarakat dengan semangat pengabdian, keilmuan, dan keteladanan. []

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com