Beritabanten.com – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini mulai “memakan korban” bagi negeri Paman Sam sendiri, salah satunya cadangan minyaknya.
Lonjakan harga bahan bakar yang tajam membuat pemerintahan Presiden Donald Trump harus membuka Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan minyak darurat untuk menstabilkan pasar.
Menurut laporan Reuters, Selasa (12/5/2026), perang AS-Iran telah memicu kenaikan harga minyak dan BBM yang signifikan. Reuters menulis:
“Meledaknya harga bahan bakar membuat pemerintah Presiden AS Donald Trump harus mengeluarkan kebijakan baru Senin. Intinya, pemerintah federal akan mengeluarkan cadangan minyak strategisnya, SPR, kemudian meminjamkan minyak mentah dari sana kepada sejumlah perusahaan energi.”
Harga bensin di AS kini mencapai US$4,52 per galon, level tertinggi sejak 2022. SPR, yang tersimpan di gua garam Texas dan Louisiana, sejatinya hanya digunakan saat krisis energi. Namun, sembilan perusahaan energi besar, termasuk ExxonMobil dan Marathon Petroleum, kini meminjam minyak dari cadangan ini.
Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan internasional lebih dari 30 negara anggota International Energy Agency (IEA) untuk menenangkan pasar global setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari.
Kepala IEA, Fatih Birol, menegaskan:
“Perang di Timur Tengah telah menciptakan krisis energi terbesar dalam sejarah modern. Kami siap melepas cadangan tambahan bila gangguan pasokan terus berlanjut.”
Namun, pakar memperingatkan, pelepasan cadangan terlalu sering bisa merusak “tameng darurat” AS. Lutz Kilian, ekonom energi Universitas Michigan, menekankan:
“Pasar juga bisa mengantisipasi intervensi pemerintah, membuat pergerakan harga jadi tidak stabil atau hanya sementara.”
Dampaknya bukan hanya ekonomi. Lonjakan harga energi kini menjadi ancaman politik bagi Trump menjelang pemilu sela Kongres November mendatang. Sekali AS terus-terusan ‘mengandalkan cadangan’, bukan hanya kantong warga yang tercekik, tapi posisi politik Presiden pun ikut terancam. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan