Beritabanten.com — Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, turun langsung! Dia meninjau proyek cut and fill di Jalan Raya Ciater, Serua, Selasa (5/5/2026).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Hujan ekstrem sebelumnya bikin tanah longsor dan sempat melumpuhkan lalu lintas. Warga pun kena imbas, bahkan ada yang terjebak macet sampai dua jam!
Pilar tak mau kejadian ini terulang.
“Semua harus sesuai aturan. Perizinan wajib lengkap, dampak lingkungan harus dikendalikan,” tegasnya.
Dalam sidak itu, Pilar langsung mengecek kondisi lapangan sekaligus memanggil pihak terkait, mulai dari pemilik lahan hingga kontraktor.
Ia menyoroti sejumlah hal krusial, terutama soal izin yang belum rampung seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin).
“Semua proses harus dipenuhi. Jangan jalan dulu kalau belum lengkap,” katanya.
Tak cuma soal izin, Pilar juga menyoroti sistem drainase proyek. Ia meminta kontraktor tak bergantung pada saluran milik pemerintah.
“Drainase kota itu buat air, bukan buat nampung tanah! Harus bikin sendiri, di dalam dan luar proyek,” semprotnya.
Lebih jauh, Pilar juga menuntut tanggung jawab penuh dari pihak proyek atas dampak yang ditimbulkan ke warga sekitar.
“Kalau mulai proyek, masalah lingkungan harus dibereskan dulu. Jangan ganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Langkah cepat pun diminta. Pilar menginstruksikan agar alat berat segera diterjunkan untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan dan saluran air.
Ia juga mengingatkan, kejadian seperti ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam memberikan izin pembangunan.
“Jangan sampai jadi preseden buruk,” tandasnya.
Tak kalah penting, Pilar menyoroti keamanan warga. Ia meminta kontraktor segera membangun dinding penahan tanah (DPT) di dekat permukiman.
“Rumah warga harus aman. Jangan sampai ambrol,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan