Beritabanten.com — Insiden penembakan yang melukai seorang agen Secret Service pada acara makan malam White House Correspondents’ Association di Hotel Washington Hilton, Sabtu (26/4) malam waktu setempat, kembali menyoroti kerentanan sistem pengamanan pejabat tinggi Amerika Serikat.

Pelaku diketahui menginap di hotel lokasi acara dan berhasil menembus area dalam gedung sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat. Ia disebut membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, dan pisau.

Acara tahunan tersebut dihadiri oleh Presiden Donald Trump bersama Wakil Presiden JD Vance serta sejumlah pejabat tinggi lain, seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Meski ratusan aparat keamanan dari berbagai lembaga telah dikerahkan, tersangka dilaporkan mampu mencapai lantai di atas ballroom tempat para tamu penting berkumpul. Aparat masih menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian atau miskomunikasi dalam sistem pengamanan.

Kepolisian Washington menyatakan pelaku sempat terlihat berlari melewati pos penjagaan di lorong hotel sebelum melepaskan tembakan yang melukai seorang agen. Ia kemudian berhasil ditangkap dan diborgol di lokasi kejadian.

Di dalam ballroom, suasana sempat panik setelah suara tembakan terdengar dari arah belakang ruangan. Petugas keamanan segera mengevakuasi Presiden Trump dan sejumlah pejabat lain. Beberapa pengawal bahkan membentuk perisai manusia untuk melindungi tokoh yang mereka amankan, sementara tamu lain berlindung di bawah meja.

Presiden Trump dalam pernyataannya memuji respons cepat aparat keamanan. Namun ia juga mengakui bahwa risiko terhadap keselamatan pemimpin negara tetap tinggi, mengingat sejarah panjang kekerasan politik di Amerika Serikat.

Insiden ini terjadi kurang dari dua tahun setelah upaya pembunuhan terhadap Trump dalam masa kampanye pemilu 2024, mempertegas bahwa ancaman keamanan masih menjadi tantangan serius.

Sekitar 2.600 tamu yang hadir sebelumnya telah melewati pemeriksaan ketat, termasuk detektor logam. Namun, akses umum ke area hotel yang tetap terbuka bagi publik diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku.

Akhirnya, demi alasan keamanan, acara tersebut dihentikan lebih awal atas keputusan Secret Service. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kemungkinan jaringan di balik aksi tersebut.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com