Beritabanten.com — Si jago merah melahap sebuah bengkel kendaraan di kawasan Pamulang 2, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (1/4/2026) siang. Insiden yang terjadi secara tiba-tiba itu menyebabkan tiga petak bangunan bengkel ludes terbakar bersama seluruh isi di dalamnya, mulai dari peralatan kerja hingga suku cadang kendaraan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WIB, saat aktivitas di bengkel tengah berlangsung seperti biasa. Sejumlah pekerja yang berada di lokasi sempat terkejut ketika api tiba-tiba muncul dari dalam bangunan, lalu dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Salah seorang saksi mata, Ahmad Dzauki Anwira yang merupakan montir di bengkel tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab awal munculnya api. Namun ia memastikan bahwa kobaran api muncul secara mendadak dan langsung membesar.

“Saya kurang tahu penyebab pastinya. Tiba-tiba saja sudah ada api dari dalam bengkel. Saya langsung teriak ‘kebakaran, kebakaran’ supaya semua orang cepat keluar menyelamatkan diri,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ahmad juga mengaku sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang ia ambil dari bengkel tempatnya bekerja. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api terlanjur membesar dalam waktu singkat.

“Saya sempat bawa dua APAR kecil, tapi tidak mempan. Api cepat sekali membesar, jadi sudah tidak bisa dikendalikan,” jelasnya.

Diduga kuat, cepatnya penyebaran api disebabkan oleh banyaknya bahan mudah terbakar yang tersimpan di dalam bengkel. Seperti diketahui, bengkel kendaraan umumnya menyimpan berbagai cairan kimia dan bahan bakar, seperti oli, bensin, serta cairan pembersih mesin yang sangat rentan memicu kobaran api semakin besar.

“Di dalam bengkel itu banyak sekali bahan yang gampang terbakar, seperti oli dan cairan pembersih karburator. Jadi begitu api muncul, langsung menyebar dengan cepat,” tambahnya.

Para pekerja bengkel yang berada di lokasi pun langsung berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Dalam situasi panik tersebut, mereka hanya sempat mengevakuasi sebagian kecil barang yang masih bisa diselamatkan.

“Semua langsung keluar. Yang penting selamat dulu. Sambil itu, kami juga coba menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa keluar,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kobaran api terlihat membumbung tinggi dan melahap hampir seluruh bangunan bengkel hingga nyaris rata dengan tanah. Asap hitam pekat juga terlihat mengepul ke udara, menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian.

Tidak hanya menghanguskan bangunan utama, api juga sempat merambat ke area lain di sekitar lokasi, termasuk gudang penyimpanan yang berada di bagian belakang bengkel. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran api akan meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi tak lama setelah kejadian langsung melakukan upaya pemadaman. Dengan mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam, petugas berjibaku menjinakkan api agar tidak merambat lebih luas ke permukiman warga.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama warga setempat turut membantu dengan menutup sementara akses jalan di sekitar lokasi kejadian. Penutupan ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas petugas pemadam kebakaran serta menghindari kemacetan dan kerumunan warga yang dapat menghambat proses pemadaman.

Setelah beberapa waktu berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, total kerugian akibat peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan secara rinci, meskipun diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat besarnya kerusakan yang ditimbulkan.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi para pelaku usaha, khususnya di bidang otomotif, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com