Beritabanten.com – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan KH Taufik Setyaudin menegaskan pentingnya menjaga keyakinan atau akidah setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengingatkan hal tersebut kepada para muallaf dalam acara Muallaf Center MUI Kota Tangsel bertajuk ‘Pembinaan Keimanan dan Akidah Bagi Muallaf’ di Gedung Kelembagaan Kota Tangsel di Kecamatan Pamulang Kota Tangsel Rabu 9 Juli 2025.

“Kepercayaan atau keyakinan yang mendasar dalam agama Islam yang menjadi landasan seluruh amal perbuatan seorang Muslim,” kata dia.

Kandidat doktor UIN Sunan Kalijaga ini melandaskan pada surah Al-Ikhlas ayat 1-4 yang meminta kaum muslim untuk pertama-tama meyakini Allah SWT sebagai pusat keyakinan, sebagai sumber kekuatan, tidak lahir dan melahirkan dan bersifat tunggul.

Meski demikian, dia meminta setiap muslim harus bergandengan tangan yakni jangan terpecah belah seraya berpegang pada sumber nilai yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Isa AS.

Dia juga mengingatkan untuk tetap menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam bingkai kontraktual antara satu dan lainnya, seperti menjaga amanah dalam proses hutang piutang.

“Syariat Islam yang mengatur hubungan sesama manusia berkaitan dengan urusan harta, pernikahan, kriminalitas, warisan, utang-piutang, dan lain-lain,” demikan ujar Taufik.

Pimpinan BAZNAS Kota Tangsel KH Taufik Setyaudin serahkan paket bantuan kepada para muallaf di acara Muallaf Center MUI Kota Tangsel – Ist.

Diberitakan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel KH Saidih sindir prilaku tidak pantas para perempuan terbiasa mengejar laki-laki. Dikatakan, harusnya laki-laki yang mengejar perempuan, bukan sebaliknya.

Ceritanya, Muallaf Center MUI Kota Tangsel menyelenggarakan acara ‘Pembinaan Keimanan dan Akidah Bagi Muallaf’ di Gedung Kelembagaan Kota Tangsel di Kecamatan Pamulang Kota Tangsel Rabu 9 Juli 2025.

“Saya doakan para muallaf ini bisa pergi ke tanah suci sehingga bisa menyelami perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Adam,” katanya membuka materi.

Pimpinan Yayasan Daarul Hikmah Pamulang ini menjelaskan bahwa terjadi drama kosmis di mana Nabi Adam menahan ridu selama dua ratus tahun kepada pujaan hati Siti Hawa.

Konon, Siti Hawa berada di satu bukit hendak turun ke bawah tapi dilarang Nabi Adam, karena bukan perempuan yang mengejar tapi harusnya laki-laki.

“Nabi Adam tidak mau keturunannya nanti, perempuan terbiasa mengejar laki-laki. Jangan ya para perempuan mengejar laki-laki. Itu tidak baik,” pinta dia. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com