Beritabanten.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemerintah menjamin pendidikan dasar tanpa pungutan disambut positif oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejatinya telah lebih dulu diterapkan di Kota Tangerang sejak tahun 2023.

“Di Kota Tangerang, pendidikan gratis dari tingkat SD hingga SMP sudah berjalan sejak 2023. Ini mencakup sekolah negeri dan swasta,” ungkap Sachrudin, didampingi Wakil Wali Kota H. Maryono, Senin (2/6/2025).

Menurut data yang ia sampaikan, program ini mencakup lebih dari 240 sekolah negeri, 65 SD swasta, dan 73 SMP swasta yang telah dibebaskan dari biaya pendidikan.

Sachrudin juga berharap cakupan program ini bisa terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak siswa di masa mendatang.

Lebih lanjut, Sachrudin memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Banten yang mulai menerapkan kebijakan pendidikan gratis di tingkat SMA dan SMK pada tahun ini.

“Alhamdulillah, sekarang dari SD, SMP, hingga SMA dan SMK di Kota Tangerang dapat diakses secara gratis. Ini bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga,” tuturnya.

Namun, menurut Sachrudin, kebijakan pendidikan gratis tidak hanya berhenti pada penghapusan biaya. Pemerintah Kota Tangerang juga menjalankan berbagai program pendukung agar seluruh pelajar bisa menikmati pendidikan yang layak dan berkualitas.

Salah satunya adalah program angkutan kota gratis untuk pelajar yang telah diluncurkan tahun ini, sebagai solusi transportasi yang aman dan terjangkau.

Selain itu, program Tangerang Cerdas juga dijalankan untuk memberikan bantuan langsung berupa dana pendidikan—Rp80.000 per bulan untuk siswa SD dan Rp100.000 per bulan untuk siswa SMP, khususnya bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

“Kami tidak ingin ada anak yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi. Pendidikan adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara,” tegasnya.

Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkot juga aktif menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru, guna memastikan mereka mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

“Pendidikan gratis saja tidak cukup. Mutu juga harus terus ditingkatkan. Guru sebagai garda terdepan harus bisa beradaptasi dan terus berinovasi,” pungkas Sachrudin. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com