Beritabanten.com – Aktifitas non formal warga Tangsel dengan mengumpulkan barang bekas sedang tidak baik-baik saja karena harganya turun sampai 40 persen
Demikian pengakuan Bang Sapari (53) warga Kavling PDK RT 010 RW 009 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Ditemuin media sesaat setelah dirinya menjual barang bekas ke pengemul yang masih satu RW.
Dirinya mengeluhkan harga patokan terakhir dari pengemul tempat biasa menerima barang bekasnya terus turun.
“Harga kardus bekas dari dua ribu lima ratus jadi dua ribu untuk satu kilogram. Nyesek banget kalau ingat pendapatan bulan lalu,” katanya pada media, Minggu malam (25/5/2025).
Penurunan barang lain per kilogram bisa sampai 40 persen dari harga bulan sebelumnya dan akan bertahap dari 10 ke 20 lalu ke 30 persen.
“Barang bekas pelastik seperti ember dan sejenisnya jadi seribu enam ratus. Kan tadinya dua ribu rupiah,” ucap dia.
“Besi bekas aja dari lima ribu ke empat ribuan, kalau turun lagi bisa berabe. Mana boleh nuturin (ngumpulin) wadon (istri), kan kasian,” ucpanya.
Dia beberkan akumulasi penurunan harga beli dari pengepul sangat terasa, dari sebulan lalu sebesar Rp400 ribu, kini hanya jadi Rp300 ribu untuk seukuran volume yang sama.
“Kan saya udah taker juga bang, kemarin terima empat ratus ribu, kini hanya tiga ratus ribuan. Kan harus tetap kita jual bakal nutupin kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Dirinya masih mengandalkan pemasukan hasil jualan barang bekas tersebut untuk menyambung hidup di tengah banyak kenaikan harga barang.
“Celakanya kan dijual ke lapak mana saja sama, karena mereka kaya sudah janjian matokin harga.,” jelasnya.
Meski demikian, dia akan tetap melanjutkan pekerjaan mengumpulkan barang bekas karena sudah menjadi cara menyambung hidup saat ini.
“Ngumpulin mah masih sih, tapi itu harganya saja terus turun setiap kita juga ke lapak. Yang paling parah harga pelastik, katanya gegara datang mesin penghancur dari Korea,” demikian dia menutup. ( Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan