Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mengoptimalkan peran Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di seluruh kecamatan.
Salah satu yang menonjol adalah Kampung KB “Sedekah Berkah” di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, yang kini mewakili Kota Tangerang dalam ajang penilaian tingkat Provinsi Banten.
Kampung KB ini sebelumnya bernama Kampung KB Damai dan resmi berganti nama menjadi “Sedekah Berkah” pada tahun 2024 setelah pergantian pengurus.
Nama tersebut merupakan singkatan dari Sederhana Karena Amanah, Bersama Kita Kompak dan Harmonis, yang mencerminkan semangat kebersamaan warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Ketua Kampung KB Sedekah Berkah, Sulami, menyampaikan bahwa sejak berdiri, pihaknya telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan seperti Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, Bank Sampah, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) berjalan aktif dan konsisten.
“Program-program kami mirip dengan kampung KB lainnya, namun kami juga berupaya terus berinovasi, termasuk belajar dari Kampung KB Jimpitan yang lebih dulu berkembang,” ujar Sulami pada Senin (19/5/2025).
Kampung ini dikenal dengan sejumlah inovasi sosial yang unik dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satunya adalah gerakan satu telur setiap minggu, di mana setiap rumah menyumbangkan satu butir telur setiap Jumat untuk dibagikan kepada balita stunting di lingkungan masing-masing.
Selain itu, ada program sedekah kain kafan, di mana warga rutin menyisihkan Rp 10 ribu per bulan untuk membeli kain kafan bagi warga yang meninggal sebagai bentuk solidaritas sosial.
Tak hanya itu, warga juga mengolah sampah menjadi produk kerajinan yang dijual melalui berbagai bazar. Kegiatan ini tidak hanya mendukung ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Sulami berharap, kiprah Kampung KB Sedekah Berkah bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya di Kota Tangerang dalam menerapkan program-program keluarga berkualitas berbasis inovasi dan gotong royong.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman kepada kampung lain. Harapan kami, semakin banyak kampung yang tumbuh mandiri dan aktif. Semoga perjuangan kami dalam lomba tingkat Provinsi Banten bisa membuahkan hasil dan bahkan lolos ke tingkat nasional,” tutupnya dengan optimis. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan