Beritabanten.com – Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen yang berlaku pada 2025 memberikan dampak signifikan pada keuangan pribadi Generasi Z (Gen Z).
Mereka yang tadinya sebagai motor konsumsi rumah tangga tersebut akan menghadapi sejumlah tantangan finansial, mulai dari kesulitan menabung, terjebak utang, hingga gangguan kesehatan mental.
Demikian pesan penting dari penelitian terbaru dari Center of Economic and Law Studies (Celios), bahwa Gen Z yang sudah memulai karier dan hidup mandiri, akan menghadapi lonjakan pengeluaran tahunan sebesar Rp1.748.265 akibat kenaikan tarif PPN ini.
Angka tersebut terbilang cukup besar untuk mereka yang baru memulai kehidupan profesional dan berupaya menyeimbangkan anggaran pribadi dengan dampaknya akan terasa cukup signifikan.
“Kenaikan pengeluaran ini cukup signifikan bagi generasi muda yang masih berada dalam tahap awal karier mereka. Dalam jangka waktu sebulan, kenaikan ini dapat mempengaruhi anggaran pribadi mereka secara langsung,” kata laporan Celios bertajuk PPN 12%: Pukulan Telak Bagi Dompet Gen Z dan Masyarakat Menengah ke Bawah, dikutip dari NU Online, Selasa (31/12/2024).
Bagi Gen Z yang saat ini tengah membangun fondasi keuangan, kenaikan tarif PPN dapat mempengaruhi pengeluaran sehari-hari mereka, seperti kebutuhan pangan, transportasi, serta produk dan layanan yang biasa mereka konsumsi. Dalam jangka panjang, kenaikan sebesar Rp1.748.265 per tahun mungkin akan semakin membebani, terutama jika tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang baik.
Penelitian tersebut juga menyoroti potensi perubahan dalam pola konsumsi Gen Z. Kenaikan tarif PPN yang cukup signifikan ini dapat mendorong mereka untuk melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran dan bahkan mempengaruhi perilaku keuangan secara keseluruhan.
Di satu sisi, mereka mungkin akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, tetapi di sisi lain, bisa jadi mereka akan terjebak dalam pola konsumsi yang lebih boros karena tekanan sosial atau gaya hidup yang terus berkembang.
Dampak dari kenaikan tarif PPN ini juga berpotensi lebih besar dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah, yang sering kali menjadi konsumen utama dari barang dan jasa yang dikenakan pajak.
Untuk itu, penting bagi Gen Z untuk mulai menyusun anggaran yang lebih cermat, agar dampak dari perubahan tarif pajak ini tidak membuat keuangan pribadi mereka semakin tertekan.
Sebagai langkah awal, perencanaan keuangan yang lebih matang dan bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari menjadi kunci untuk meminimalisir dampak negatif dari kenaikan PPN ini. Dengan demikian, meski tantangan keuangan semakin besar, Gen Z dapat lebih siap menghadapi masa depan yang penuh perubahan ekonomi. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan