Beritabanten.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon, bekerja sama dengan Densus 88 dan Yayasan Green Care Banten, menggelar program life skill untuk para eks-narapidana terorisme (napiter).
Program ini bertujuan memberikan keterampilan yang dapat membantu eks-napiter hidup mandiri dan kembali diterima oleh masyarakat setelah menjalani masa hukumannya.
Kepala Bidang Kewaspadaan Dini dan Ormas Kesbangpol Kota Cilegon, Faisal Amin, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Ia menekankan bahwa program ini penting untuk mengatasi stigma negatif yang seringkali melekat pada eks-napiter setelah mereka bebas dari penjara.
“Pemerintah daerah tidak bisa hanya diam. Para eks-napiter ini harus diayomi dan diberdayakan agar bisa berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya pada RRI Banten, Selasa (17/12/2024).
Program Keterampilan yang Diberikan
Dalam program ini, para eks-napiter diberikan berbagai pelatihan keterampilan, di antaranya servis AC, penanaman pohon, serta pelatihan dalam bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Faisal berharap keterampilan yang diberikan ini dapat membuka peluang usaha mandiri bagi para eks-napiter dan memfasilitasi mereka untuk berbaur kembali dengan masyarakat.
Faisal juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis dalam program ini agar para eks-napiter merasa aman dan diterima oleh masyarakat.
“Keterampilan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri dan memberikan mereka rasa percaya diri untuk berkontribusi kembali di masyarakat,” tambahnya.
Edukasi ke Generasi Muda
Selain memberikan keterampilan, program ini juga melibatkan eks-napiter sebagai narasumber dalam kegiatan edukasi di sekolah dan pondok pesantren.
Kerja sama dengan Densus 88 dan Yayasan Green Care Banten bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme.
“Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun masyarakat yang harmonis dan bebas dari ekstremisme. Dengan program ini, para eks-napiter bisa berkontribusi positif kepada lingkungan sekitarnya,” ujar Faisal Amin.
Harapan untuk Menghilangkan Stigma Negatif
Faisal berharap agar masyarakat mendukung penuh program ini dengan menghilangkan stigma negatif terhadap para eks-napiter. Ia mengajak masyarakat untuk memberikan ruang bagi mereka untuk kembali menjalani hidup yang normal.
“Kita tahulah apapun bentuknya pemahaman yang tidak mengakui kedaulatan negara dan terkait dengan keyakinan tertentu harus kita hindari. Era digital saat ini banyak informasi yang tidak terfilter, sehingga penting bagi generasi muda untuk memiliki penyaringan dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial,” pungkas Faisal.
Dengan adanya program ini, diharapkan para eks-napiter dapat memperoleh keterampilan yang berguna dan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif serta dapat memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan