Beritabanten.com – Golok Banten saat ini tengah dipromosikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Educational, Scientific and Curtural Organization (UNESCO) yang bergerak dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Promosi tersebut diinisiasi dalam diskusi panel yang melibatkan pesert Sekolah Staff Dinas Luar Negeri (Sesdilu) miliki Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI angkatan ke-77.

Diskusi yang dilaksanakan di Museum Negeri Banten, Kota Serang, Banten berfokus pada pendalaman peran serta pentingnya golok Banten dalam sejarah dan Budaya masyarakat Banten.

Anggota DPR RI sekaligus sekretaris tim repatriasi benda kolonial Belanda, Bonnie Triyana mengatakan bahwa Golok memiliki peran dalam perlawanan terhadap kolonialisme di tanah Banten.

“Golok Banten memiliki peran penting dalam sejarah Banten melawan kolonialisme, di mana golok Banten memiliki peran Sentral sebagai simbol perlawanan,” kata Bonnie, dalam keterangannya saat diskusi, Jumat (25/10/2024).

Sekretaris Tim Repatriasi Benda kolonial di Belanda tersebut juga berpendapat bahwa sangat penting mentransformasi golok dari sekadar sebuah simbol kekerasan menjadi simbol kejawaraan yang bernilai luhur.

Dalam pendapatnya, Bonnie juga ingin Golok Banten sebagai simbol identitas masyarakat Banten perlu diakui secara Internasional. Selain itu,

Bonnie juga meminta dukungan masyarakat untuk menguatkan langkah pengajuan Golok Banten ke UNESCO karena menurutnya jika Golok Banten diakui sebagai WBTB oleh UNESCO dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat pada nilai Budaya dalam Golok Banten tersebut.

Dalam diskusi panel tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk proses lanjutan pengajuan dan menyusun dokumen rencana aksi, dokumen tersebut nantinya akan mencakup strategi konkret guna memperkuat posisi Golok Banten dalam daftar WBTB UNESCO. [MG-1]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com