Beritabanten.com – Tupperware, perusahaan yang terkenal dengan produk penyimpanan makanan, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 17 September 2023.
Langkah ini diambil setelah permintaan untuk produk mereka mengalami penurunan drastis, ditambah dengan utang yang menumpuk hingga mencapai US$812 juta, atau sekitar Rp 12,4 triliun.
Keputusan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh Tupperware dalam mempertahankan bisnisnya di tengah perubahan pasar dan persaingan yang semakin ketat.
Perusahaan berupaya untuk merestrukturisasi utangnya dan memulihkan posisinya di industri.
“Kabar mengejutkan dari Tupperware! 😢 Setelah bertahun-tahun jadi ikon dalam rumah tangga, Tupperware resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 17 September. Permintaan menurun drastis dan utang yang menumpuk hingga US$812 juta (sekitar Rp 12,4 triliun) membuat mereka kesulitan bertahan. Padahal, siapa yang nggak kenal sama “Tupperware parties” yang hits banget di tahun 50-an? 🥺 Meskipun ini jadi momen yang sedih, mari berharap Tupperware bisa menemukan jalan keluar dan bangkit lagi ya! 🤞,” dikutip dari Akun Instagram @katalogpromosi.
Krisis yang dihadapi Tupperware menjadi pengingat pentingnya adaptasi dalam bisnis, terutama di era yang terus berubah ini.
Para pengamat industri akan terus memantau perkembangan situasi ini dan dampaknya terhadap pasar. (nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan