Beritabnten.com – Gus Muwafiq menyatakan jika Islam dibebankan pada negara bakalan bangkrut mengingat biaya ritual keagamaannya sangat besar. Dan itu tidak terjadi di Indonesia.
“Coba hitung berapa biaya peringatan maulid nabi di seluruh pelosok tanah air akhir-akhir, itu bisa triliunan,” katanya ketika Mualid Nabi MUI Tangsel di Yayasan Daarul Hikmah, Pamulang, Tangsel pada Kamis (20/9/2024) malam.
Ulama kharismatik tersebut menambahkan, biaya Maulid Nabi itu di luar biaya ritual lain di antaranya Isra Miraj, Tahun Baru Hijriyah, Nuzulul Qur’an, Idul Fitri sampai halal bihalal.
Rakyat Indonesia menempatkan Islam sebagai tananam yang harus terus disiram dengan rutin dan tanpa tergantung pada peran negara yang secara sukarela melakukannya sebagai kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.
“Masyarakat kita menempatkan Islam itu seperti tanaman yang tiada henti menyiram dengan modal sendiri,” ungkapnya.
Ini karena, kata dia, muslim di tanah air sedang menjalankan kebiasaan Nabi yang menempatkan seperti tanaman yang terus disiram meski banyak gangguan begitu hingga sampai ke tanah air.
“Nabi Muhammad menempatkan Islam juga seperti tanaman yang terus menjalani secara alami dengan menghadapi berbagai penentangnya dengan sabar,” sambungnya.
Keunikan Islam di tanah air, disandingkannya dengan di negara lain di jazirah arab yang sangat tergantung pada pembiayaan ritual agama Islam oleh negara
“Islam di Libya sangat mewah ketika masa Muammar Qaddafi yang akhirnya rubuh seiring dengan kehancurannya pasca perang saudara,” ungkapnya.
“Kita juga menyaksiakan perang bekecamuk di Syria menelan korban jiwa dan bangunan,” sambungnya.
Menurut Gus Muwafiq, kehancuran tersebut karena menjalankan Islam tidak sebagai yang pernah terjadi di zaman nabi ketika menata negara madinah, di mana sukses meninggalkan konsep kesukuan dan diskriminasi lainnya.
“Kita mempunyai pengalaman para wali yang menempatkan semua rata untuk menjadi muslim bertaqwa. Nyalon Wali Kota saja tidak pernah ditanya suku dan agama apa kan,” ungkpanya.
Oleh karena itu dia meminta pada jamaah untuk setia dengan konsep kebesamaan yang terbaca dalam setiap melaksanakan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan lainnya.
“Semua ritual yang menggemakan rasa kebersamaan harus terus kita pertahankan sebagai sumbangsih untuk keutuhan masyarakat, negara dan bangsa,” pungkas dia.
Terpantu media, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie setelah menyampaikan sambutan hadir sampai tuntas Gus Muwafiq memberikan siraman rohani.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan