Beritabanten.com – Program Penataan Kampung Tanjung Kait Kecamatan Mauk menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang agar kualitas kehidupan meningkat.

Program pada kondisi kepala keluaraga di sana rata-rata mayoritas bekerja di sektor informal dengan permukiman daerah pesisir menyebabkan problematika sosial.

Banyak rumah yang tidak layak huni, sanitasi buruk, dan terbatasnya akses air bersih yang perlu penanganan secara lintas sektor untuk direvitalisasi.

Karenanya (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony merasa perlu untuk membuka Program Penataan Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.

“Perlu ada kerjasama dan kolaborasi multipihak yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, masyarakat Tanjung Kait, Habitat for Humanity Indonesia, KOMIDA, dan para donor, untuk melaksanakan program revitalisasi Kampung Tanjung Kait,” jelas Andi Ony, dalam keterang resmi, Rabu (28/8/2024)

Program tersebut gunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengatasi kesenjangan akses lahan, meningkatkan ketersediaan perumahan layak, dan menjadikan hunian yang layak.

“Pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut dalam rangka kualitas hidup masyarakat semakin meningkat,” katnya memberi alasan.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang akan selalu memprioritaskan dan mendukung setiap program yang melibatkan kerjasama banyak pihak, serta berguna bagi masyarakat,” dia tambahkan.

Harapannya, masyarakat di Kampung Tanjung Kait akan dapat meningkatkan kualitas hidupnya, itu yang pertama.

Kedua program bisa terus berlanjut dan berkesinambungan agar jadi contoh daerah lainnya di Kabupaten Tangerang, khususnya wilayah-wilayah yang padat dan kumuh.

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Susanto manyatakan kerjasama dengan Pemkab bukan yang pertama tetapi sudah yang kesekian kalinya untuk membangun kawasan bebas dari kawasan kumuh dan miskin di wilayah utara khususnya Mauk.

Menurut dia, program ini tidak hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.

“Habitat Indonesia percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat dan pengetahuan yang tepat, kita dapat memberdayakan masyarakat untuk berubah dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkap dia.

Susanto menjelaskan program revitalisasi tersebut untuk memastikan keamanan tinggal bagi warga yang selama ini tinggal di pemukiman informal melalui akses pembiayaan kepemilikan tanah.

Pembangunan rumah layak huni dan infrastruktur dasar nantinya akan memenuhi akses kebutuhan tempat tinggal yang lebih sehat, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang lebih baik serta kemudahan akses layanan dasar lainnya.

“Jadi nantinya ada 110 rumah yang akan dibangun oleh Habitat Indonesia di kawasan Tanjung Anom ini. Ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan habitat bekerjasama dengan Kabupaten Tangerang,” jelasnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com