Beritabanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan dibawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, kembali meraih penghargaan bergengsi skala nasional.

Kali ini, kota termuda di Provinsi Banten itu meraih ‘Kategori Terbaik Ketiga Championship TP2DD 2022’ wilayah Jawa-Bali. Untuk terbaik kategori pertama diraih Kota Surakarta, yang kemudian disusul Kota Yogyakarta di posisi dua.

Penganugerahan Championship TP2DD 2022 diumumkan bersamaan dengan Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2022 di Hotel Le Méridien, Jakarta pada Selasa (06/12/2022).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie nampak menghadiri langsung Rakornas tersebut, bersama dengan para kepala daerah yang meraih penghargaan serupa. Baik skala provinsi maupun kabupaten/kota.

Diketahui, Championship TP2DD merupakan wujud akuntabilitas evaluasi kinerja, serta apresiasi bagi kerja nyata pemerintah daerah dalam implementasi program P2DD.

Penganugerahan ini didasarkan pada hasil evaluasi TP2DD pada tahun 2021 dalam momen awarding tahun 2022. Pada penganugerahan 2022 ini, terdapat 27 TP2DD terbaik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten se-Indonesia penerima awarding.

Dalam pidato kuncinya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan, hasil dari pertemuan G20 di Indonesia yang belum lama ini digelar di Indonesia, salah satunya adalah transformasi ekonomi berbasis digital.

Indonesia sendiri akhirnya memajukan target pencapaian ekonomi berbasis digitalnya karena transformasinya di Indonesia berkembang cukup pesat.

“Dulu transformasi ekonomi berbasis digital di Indonesia direncanakan pertumbuhannya sebesar Rp250 miliar di tahun 2025. Namun ternyata di tahun ini saja perkiraannya sudah mencapai Rp220miliar, sehingga targetnya ditarik ke depan. Digitalisasi ekonomi ini sangat penting, jadi kami mohon kepada seluruh daerah untuk terus mendorong digitalisasi,” jelas Airlangga dalam sambutanya.

Airlangga pun menuturkan, sebagai keketuaan ASEAN untuk tahun 2023 mendatang, Presiden RI telah menetapkan target digital economy framework agreement.

Untuk itu, para gubernur se-Indonesia diimbau untuk lebih progresif lagi terkait penerapan digitalisasi ekonomi. Urgensi mendorong digitalisasi daerah ini dapat diwujudkan melalui penerapan digitalisasi dalam transaksi keuangan daerah.

“Hal ini dapat berdampak positif dalam pendapatan daerah sekaligus pengelolaan ekonomi dan keuangan daerah. Misalnya, terjadi peningkatan pendapatan asli daerah, peningkatan transparasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, dan optimalisasi pendapatan dan realisasi belanja daerah di masa krisis berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Daerah (IETPD),” paparnya. [Red]

Bagikan:





Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com