Beritabanten.com – Di balik rumah kontrakan sederhana yang terletak di Perumahan Bumi Agung Permai 1, Blok H2 No. 9, Kota Serang, tersimpan kisah mengharukan tentang Rahmah Holilah.

Ia adalah seorang mantan buruh pabrik yang kini tengah berjuang menghadapi kanker payudara stadium 3, sekaligus harus menanggung beban hidup yang berat tanpa kehadiran pasangan.

Rahmah sangat membutuhkan terapi target—sebuah bentuk pengobatan yang menjadi satu-satunya harapannya untuk bertahan hidup. Sayangnya, terapi ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dan biayanya sangat mahal, di luar jangkauan kemampuannya saat ini.

Sejak didiagnosis penyakit tersebut, Rahmah diberhentikan dari pekerjaannya. Kini, ia berjuang seorang diri membesarkan enam anaknya. Dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, ia kerap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

Anak-anaknya sering kali harus menahan lapar, sementara Rahmah berusaha tetap kuat di hadapan mereka, menutupi segala rasa sakit dan lelah yang ia rasakan.

Lebih dari sekadar kisah penderitaan, perjalanan hidup Rahmah mencerminkan ketegaran dan cinta seorang ibu yang tak kenal menyerah. Ia tetap berdiri, bertahan, dan berjuang demi masa depan anak-anaknya, meski dunia seolah berpaling darinya.

Rahmah Holilah adalah potret nyata dari kekuatan seorang ibu yang tak tergantikan—sosok yang mengajarkan bahwa kasih dan keberanian dapat tumbuh dari kepedihan yang mendalam.

Di tengah keterbatasan dan rasa kehilangan, Rahmah tetap menjadi cahaya bagi keluarganya.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com