Beritabanten.com – Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melakukan aksi nyata dalam upaya mendukung Indonesia Lumbung Pangan Dunia. Ini direalisasikan dengan peningkatan produksi pangan sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Kita mengoptimalkan lahan seluas 331 ribu hektare untuk peningkatan produksi pangan,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni , mengutip Antara, Kamis (18/7/2024).
Deni mengaku, Lebak punya potensi besar dengan ketersediaan lahan pertanian subur dan luas. Lahan tersebut mampu digunakan untuk menanam padi, jagung, dan sayuran.
Selain itu, dia tambahkan, pertanian tersebut mempunyai dukungan di antaranya sumber daya air yang melimpah dan tenaga kerja pertanian yang berpengalaman.
Pada sisi lain, dikatakan ada program pemerintah yang fokus pada pengembangan infrastruktur, benih unggul, dan teknologi pertanian modern sangat membantu meningkatkan produktivitas.
Dia tidak menampik masih ada pekerjaan rumah terkait dengan perubahan iklim, akses pasar, dan peningkatan adopsi teknologi.
Untuk itu, pihaknya telah merencanakan beberapa langkah strategis, yaitu pengembangan infrastruktur, pelatihan dan penyuluhan bagi petani, peningkatan kemitraan dengan sektor swasta, dan mendorong penggunaan teknologi informasi pertanian.
Potensi dan langkah tersebut, ditegaskannya, bisa menjadikan Kabupaten Lebak mampu menyumbangkan kontribusi signifikan dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
“Kita bekerja keras, berinovasi, dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan itu,” kata Deni.
Menurut dia, selama ini, Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten dengan produktivitas pangan hingga di atas 450 ribu ton setara beras.
Produktivitas pangan sebanyak itu dipastikan Kabupaten Lebak surplus pangan hingga dua tahun ke depan dengan jumlah penduduk 1,4 juta jiwa.
Selain itu juga produksi jagung, ubi kayu, ubi jalar, aneka sayuran dan buah-buahan menjadi andalan ekonomi petani juga memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.

Oleh karena itu, mereka petani setiap hari memasok produk pertanian pangan, palawija dan hortikultura ke Tangerang, Jakarta, Bogor,Depok, Bekasi hingga Lampung.
“Kami mendorong 2.820 kelompok tani dapat meningkatkan perluasan tanaman dengan memanfaatkan lahan 331 ribu hektare guna mewujudkan lumbung pangan dunia itu,” katanya.
Ia menyebutkan, Provinsi Banten pada 2023 sebagai produsen padi terbesar ke 8 di Indonesia, dengan produksi sebesar 1.686.483 ton gabah kering giling (GKG).
Total produksi padi nasional pada tahun yang sama adalah 53,98 juta ton GKG.
Dengan demikian, kontribusi produksi padi Banten terhadap total produksi padi nasional adalah sekitar 3,12 persen.
“Kami yakin Banten tahun 2024 bisa terealisasi sebagai produsen terbesar pangan padi di Indonesia peringkat lima besar,” katanya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com