Penulis: Moersjied Qorie Indra, Direktur Quran Center Bintaro Tangsel
Beritabanten.com.- Sesampainya di Madinah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar Siddiq disambut gegap gempita oleh kaum Ansar dengan penuh antusias dan rasa bahagia luar biasa.
Agenda utama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ialah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar.
Ini adalah sebuah strategi brilian sebagai fundamental basic dalam menghadapi perjuangan panjang ke depan yang sarat tantangan dan ujian.
Terbukti, walaupun kaum Ansar dalam keterbatasan secara ekonomi, namun mereka dengan senang hati ikhlas berkorban membantu kaum Muhajirin. Sebuah prilaku sangat mulia dan terpuji, ebih mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, suku dan kelompoknya.
Hal ini seperti yang digambarkan dengan begitu indah dalam Al-Qur’an. (Al-Hasyr : 9). Sebuah fenomena yang amat langka di era sekarang. Tentu sangat patut dan harus dicontoh.
Restorasi Tauhid demi Kejayaan
Malaikat sempat memprotes Allah lantaran ada seorang yang dalam salatnya terus menerus membaca Surah Al-Ikhlas yang relatif pendek dan pasaran.
Allah menjawab : “Aku sangat senang mendengarnya, karena itu sebuah pengakuan dan penghambaan hakiki hanya kepada-Ku”
Surah Al-Ikhlas mengandung muatan dan landasan Tauhid sebagai asas dan filosofis yang menjadi sumber kekuatan, moral dan spiritual maha dahsyat, powerfull bagi seorang muslim dalam mengarungi kehidupan secara multi dimensional agar berhasil memperoleh kemenangan, kejayaan dan kesuksesan.
Karena ketika Surah Al-Ikhlas dipahami dan dihayati secara mendalam, utuh dan totalitas, maka akan memberikan spirit, motivasi, kekuatan, keberanian, keyakinan dan optimisme luar biasa.
Sebab dari situ, bagi seorang muslim mampu memahami eksistensi, sifat dan kekuasaan Allah yang absolut, bahwa Allah adalah Maha segala-galanya,
Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Perkasa, sehingga mereka berbuat apa pun, beribadah dan bermuamalah hanya demi Allah semata. Sebaliknya di luar Allah, jabatan, kekuasaan, kekayaan, kecerdasan, semuanya itu kecil, nisbi dan tidak ada artinya dan tak berdaya sama sekali. Cintanya hanya kepada Allah dan Rasulnya semata. (Al-Baqarah : 165).
Sebuah komitmen, sikap dan karakter anti kemusyrikan luar biasa. Betapa berbahayanya kemusyrikan sebagai kezaliman maha dahsyat. Akibatnya menjadi satu-satunya dosa yang tak terampunkan. (An-Nisa’ : 48 & 168).
Sementara Allah memberikan jaminan keberkahan, keselamatan, kebahagiaan dunia akhirat yang endingnya adalah Surga yang diidam-idamkan.
Hijrah Membawa Kemenangan
Setelah lebih kurang 13 tahun berdakwah dan berjuang di Mekah dengan berbagai dinamika dan tantangannya yang begitu berat, akhirnya Rasulullah SAW dan para Sahabat berhijrah ke Madinah.
Selama di Mekah dakwah dilakukan secara verbal (lisan) dan diam-diam dengan menanamkan dasar dan nilai Tauhid sebagai landasan dan modal dasar dan kunci kesuksesan bagi seorang muslim.
Dengan landasan Tauhid, kaum Muhajirin dan Ansor bersinergi, solid dan berjuang dengan ikhlas membangun masyarakat Madinah. Kemudian dalam waktu relatif singkat terwujudlah “Daulah Islam” yang amat fenomenal dan bersejarah itu.
Dari fenomena Hijrah, selayaknya umat Islam dapat mengambil I’tibar bahwa berhijrah adalah entry point dan spirit dalam meraih kemenangan yang dimotivasi oleh Tauhid yang kokoh.
Dalam kehidupan serba materialistis dan individualistis di zaman now ini, ketika manusia menjadikan selain Allah berupa jabatan, kekuasaan, uang, kekayaan sebagai Tuhan, maka umat Islam harus menjadikan Hijrah sebagai momentum untuk merestorasi Tauhid yang telah mengalami erosi dan terkontaminasi oleh hiruk pikuk dunia yang bersifat sementara dan serba menggiurkan ini.
Mereka yang lebih mencintai materi daripada kepada Allah dan Rasulullah SAW. Bagaimanapun Tauhid adalah kunci kemenangan dan kejayaan.
Sebagai contoh Fathu Makkah atau pembebasan Kota Mekkah yang berhasil ditaklukkan dengan damai. Akhirnya umat Islam di bawah komando Rasulullah SAW meraih kemenangan gilang gemilang. (Al-Fath : 1)
Super Power Iran
Dalam perkembangan global, umat Islam dan dunia patut berbangga dan berterimakasih kepada Iran dengan keberanian dan kemenangannya meluluh lantakkan Israel yang didukung Amerika dan sekutunya.
Dengan gagah berani Iran yang bertahun-tahun diboikot dan dikucilkan oleh Amerika dan sekutunya mampu memberikan surprise, perlawanan yang gagah berani di bawah Komando Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ruhullah Ali Khamenei.
Sosok pemimpin yang ikhlas, karismatik, saleh, tawadhu’, bersahaja dan istiqamah.
Kemenangan yang diraih dengan modal Tauhid yang kokoh dan didukung oleh persenjataan modern nan canggih.
Tidaklah mengherankan mereka berguru kepada Pemimpin panutan Iran legendaris yang luar biasa, Ayatullah Ruhullah Khumaeni, seorang tua, yang dari pengasingannya di Paris, 1979 berhasil menumbangkab Sang Diktator Syah Reza Fahlevi dan isterinya Ratu Farah Diba yang begitu digjaya didukung oleh super power Amerika.
Sosok manusia ikhlas dan istiqamah yang memancar dari sebersih-bersih Tauhid. Hanya manusia ikhlas yang sangat ditakuti Setan sehingga tidak berhasil dirayu digoda dan ditaklukkan dengan iming-iming gemerlap dunia, materi, kekuasaan, jabatan, uang, kekayaan dan seumpamanya yang begitu menggiurkan.
Ini adalah komitmen dan statement Iblis kepada Allah ketika dikeluarkan dari Surga akibat sikap angkuh, arogan dan sombongnya.(Shad : 75-83).
Harus diakui, beruntung ada Syi’ah (Iran) yang memang sangat ditakuti oleh Israel. Selama ini dengan propaganda Yahudi diframing dan distigma sesat bahkan bukan Islam, ternyata sangat bernyali menghadapi Israel yang angkuh dan arogan.
Israel berhasil pula mengadu domba antara Sunni dan Syi’ah agar umat Islam berpecah belah sehingga hilangnya kekuatan dan menjadi lemah. (Al-Anfal : 46).
Hijrah Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan sebersih-bersih Tauhid Indonesia Emas 2045 akan terwujud
Di tengah-tengah sengkarut masalah yang melanda, karena berbagai kasus korupsi yang menggurita dan membudaya, penguasa zalim, hipokrit tak amanah, tidak adil, tidak bertanggung jawab, tidak memikirkan nasib rakyat yang semakin melarat dan bertambah miskin.
Indonesia sebagai negeri yang kaya raya ini berusaha bangkit dan berjuang mewujudkan cita-cita, negara yang adil makmur, sejahtera lahir batin.
Masalah utama yang harus diselesaikan adalah korupsi dan berbagai penyelewengan lainnya sampai ke akar-akarnya secara adil dan tanpa pandang bulu.
Namun dari segala permasalahan yang ada, akar masalahnya adalah karena krisis moral dan spiritual yang berpangkal pada lemahnya Iman dan erosi Tauhid bahkan sangat kronis.
Akibatnya muncul manusia-manusia zalim, hobi berbohong, munafik, pengkhianat, lupa diri, tidak tahu diri, angkuh, materialistis, egoistis, individualistis, tamak, serakah. Orientasi mereka hanya kepentingan materi dan dunia semata dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, berupa kekuasaan, kekayaan dan lain-lain sebagai segala-galanya.
Model-model manusia culas seperti inilah yang berperilaku sewenang-wenang, semaunya tanpa mengenal aturan, norma dan tatanan yang berlaku sehingga mengacau dan memporak porandakan negeri tercinta.
Oleh sebab itu bila Indonesia Emas 2045 akan terwujud jika melakukan Hijrah total dalam multi aspek kehidupan dengan fondasi sebersih-bersih Tauhid.
Inilah sebagai benteng yang kokoh dan sumber motivasi, guiden dalam setiap gerak dan aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara, yang lurus dan terpuji, Akhlakul karimah.
Seluruh anasir yang ada, mulai dari Pemimpin tertinggi, Presiden, para Menteri, para pejabat negara lainnya, anggota Legislatif, para penegak hukum,
Tokoh Agama dan seluruh rakyat tanpa terkecuali harus bertauhid yang benar, berakhlak dan bermoral. Tanpa itu semua, maka tak lebih bagaikan mimpi, angan-angan, pepesan kosong, absurd dan utopis belaka.
Momentum Hijrah adalah saat yang tepat untuk merestorasi Tauhid sebagai kunci, transformasi diri secara menyeluruh demi terwujudnya masyarakat Madani yang beradab dan bermartabat lagi bertabur berkah. (Al-A’raf : 96).
Dalam konteks ini, umat Islam sebagai Khairu Ummah atau Umat Bagus dengan kekuatan Tauhidnya, harus membuktikan diri, menjadi anutan, pelopor dan garda terdepan, sebagai ikhtiar serius dan berjihad, amar makruf nahi munkar, (Ali Imran : 110) dalam membangun dan memajukan negeri, demi mencapai Indonesia Emas 2045.
Kemudian secara simultan sebagai pionir dan lokomotif, utamanya dalam memberantas korupsi, sampai ke akar-akarnya.
Korupsi adalah perbuatan terkutuk lagi biadab yang merusak dan menghancurkan negeri dan memiskinkan serta menyengsarakan rakyat.
Padahal negeri ini, subur, dengan kekayaan melimpah ruah. Begitu ngetop dan sadisnya, juga amat memalukan dan memilukan, Indonesia masuk dalam 40 Negara terkorup di dunia dan Presiden ketujuhnya menurut OCRP meraih ranking ke 2 terkorup dunia.
Sebuah predikat luar biasa. Pada akhirnya apabila korupsi berhasil diberantas, maka Indonesia akan menjadi makmur sejahtera.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah 1447 H. Semoga ke depan lebih baik, cemerlang dan berjaya. Amin. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan