Beritabanten.com – Teta teki sebab kebakaran Asrama Polsek Serpong pada Rabu 3 Agustus 2025 masih dalam tarap penyelidikan Polres Tangsel. Namun, tudingan ada rekayasa atau kesengajaan pihak tertentu ditepis Polres Tangsel.

Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran, namun ia memastikan insiden ini adalah kebakaran murni dan bukan sebuah kesengajaan.

“Yang jelas ini kebakaran murni, tidak ada indikasi lain,” ujar AKBP Victor saat dihubungi, dikutip redaksi dari detik, pada Kamis 4 Agustus 2025.

Dalam proses pemadaman si jago merah tersebut, dikerahkan 14 unit damkar ditambah water cannon diturunkan untuk memadamkan kebakaran. Upaya ini berhasil memadamkan api dalam waktu satu jam.

Warga tampak menyelamatkan api dari lahapan si jago merah – Istimewa.

20 Rumah Hangus Tanpa Korban Jiwa

Dilaporkan oleh pihak kepolisian tidak ada korban jiwa, namun kebakaran menghanguskan 20 rumah.

“Situasi aman terkendali, tidak ada korban jiwa dan tidak ada korban luka,” ujar Kapolres Metro Tangsel AKBP Victor Inkiriwang, Rabu (3/9).

Victor mengatakan kebakaran tersebut menghanguskan puluhan rumah yang berada di Asrama Polri. Embusan angin yang kencang membuat api cepat menjalar.

“Diperkirakan ada 20 rumah dan 20 KK yang terdampak,” imbuhnya.

Petugas kebakaran tampak mengamati bekas kobaran api di rumah kosong – Net.

Sumber Api dari Rumah Kosong

Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sumber api berasal dari salah satu rumah kosong.

“Sumbernya berasal dari salah satu rumah anggota kami yang berada di tengah-tengah,” kata Victor kepada wartawan, Rabu (3/9).

Saat kejadian, sumber api di rumah tersebut sedang tidak ada penghuninya. Warga di sekitar lalu melihat asap keluar dari rumah tersebut.

“Saksi-saksi warga maupun penghuni asrama melihat ada asap yang keluar, sehingga kemudian rumah tersebut didobrak, kemudian segera warga berupaya untuk memadamkan api,” tuturnya.

Api cepat merembet karena hembusan angin kencang – Net.

Api Merembet Mengikuti Angin Kencang

Victor mengungkap penyebab api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Dia mengatakan faktornya adalah cuaca yang terik dan angin yang kencang.

“Karena adanya cuacanya sangat terik, kemudian anginnya cukup kencang, sehingga kemudian api tersebut membesar ke kanan maupun ke kiri dan menghanguskan kurang lebih ada 20 rumah yang merupakan asrama Polsek Serpong Pores Tangerang Selatan,” bebernya.

Kemudian pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Sekitar satu jam, petugas damkar berhasil memadamkan api dengan mengerahkan 10 unit.

“Saat ini alhamdulillah, puji Tuhan apinya sudah padam, sementara proses pendinginan ya, supaya kemudian memastikan titik-titik api sekecil apapun akan dipadamkan,” tuturnya.

Polisi mengatur lalulintas ketika kebakaran Asrama Polsek Serpong – Net.

Lalu Linta Macet Total

Insiden kebakaran ini mengakibatkan lalu lintas di sekitar lokasi macet. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas imbas kebakaran tersebut.

Informasi tersebut disampaikan Satlantas Polres Tangsel melalui akun Instagram. Petugas dipimpin Kanit Turjawali Ipda Panji Setiawan dan Panit Turjawali Ipda Marulloh merekayasa lalu lintas.

“Rekayasa arus lalu lintas di depan Asrama Polri Cilenggang (Asrama Polsek Serpong, red) imbas adanya kebakaran,” tulis akun Instagram Satlantas Tangsel, dilihat detikcom, Rabu (3/9).

Suasana tempat pengungsian Kantor Kecamatan Serpong – Net.

Kantor Kecamatan Jadi Tempat Pengungsi

Sejumlah penghuni terdampak dari kebakaran di Asrama Polsek Serpong, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Posko penampungan untuk korban terdampak kebakaran didirikan di kantor kecamatan.

“Saat ini kami sudah memutuskan untuk mendirikan posko tempat penampungan sementara bagi para korban yang terdampak itu di aula kantor Kecamatan Serpong,” kata Kapolres Metro Tangsel AKBP Victor Inkiriwang kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

Victor mengatakan sekitar 20 rumah terdampak kebakaran tersebut. Api saat ini telah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar).

“Jadi kita lagi mendata, yang pasti ada 20 keluarga. Saat ini anggota kami lagi bekerja mendata,” bebernya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com