Beritabanten.com – Kebahagiaan seseorang tidak hanya diukur dengan berapa banyak harta benda yang dimiliki dan bisa dinikmati. Ada cara lain yang juga bisa membuat seseorang bahagia.

Misalnya, healing sederhana bisa dengan menikmati pemandangan maupun melakukan hal-hal kecil seperti bermain bersama keluarga di taman.

Nah, terkait dengan bahagia, ternyata Pemkot Tangsel memiliki cara tersendiri agar warganya bisa lebih bahagia. Salah satunya dengan memperbanyak keberadaan ruang terbuka hijau (RTH)/taman maupun alun-alun untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti hanya Alun-alun Pamulang, hingga taman di Serpong Utara.

Menurut Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Icshan, pembangunan dilakukan untuk meningkatkan tingkat kebahagiaan masyarakat.

“Tingkat kebahagiaan itu juga dari bagaimana mereka bisa berinteraksi sosial, kumpul dengan keluarga teman, bahagia bareng dan gratis (tempat),” ujar Pilar Saga Ichsan saat ditemui di alun-alun Pamulang belum lama ini.

“Jadi di Tangsel ini tak melulu hidup harus bayar semuanya. Kami ciptakan ruang publik untuk ruang bermain mereka. Anak-anak bisa bermain, dan ruang terbuka hijau bisa jadi tempat pertemuan,” katanya.

Lebih lanjut, fasilitas gratis ruang terbuka hijau yang dibangun pun bisa diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat nantinya.

Adapun alun-alun Pamulang ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Proyek bernilai Rp 9 miliar ini ditarget jadi lokasi titik temu hingga tempat berolahraga masyarakat Tangerang Selatan, khususnya warga Pamulang.

Pilar Saga Ichsan mengatakan alun-alun juga ramah buat teman-teman disabilitas.

“Jadi saya meminta desain ini untuk menyediakan ramp untuk pengguna kursi roda. Itu untuk memudahkan mereka baik di pintu depan, maupun ke kamar mandi nantinya.”

“Jadi ini memang ramah untuk semua masyarakat Tangsel. Jadi alun-alun ini untuk semualah,” ucapnya.

Sementara itu, mengingat lokasi alun-alun yang strategis, untuk pencegahan terjadinya kepadatan lalu lintas, Pilar mengatakan pihak dinas perhubungan akan mengkaji rekayasa lalu lintas di lokasi.

Tak hanya itu, jika kapasitas parkir telah penuh, maka pengunjung tidak bisa memaksakan kendaraannya untuk tetap masuk.

“Nanti terkait teknisnya, ada Dishub dan Satpol PP yang mengatur,” katanya. [Red]

Bagikan:





Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com