Beritabanten.com – Elon Musk, sosok visioner di balik SpaceX, dikenal tidak hanya sebagai pengusaha teknologi, tetapi juga sebagai “hobiis” luar angkasa sejati. Ambisinya yang terbesar adalah membangun kota mandiri di Mars menggunakan roket raksasa Starship.
Roket Starship, yang tengah dikembangkan oleh SpaceX, dirancang agar dapat digunakan kembali sepenuhnya, mampu mengangkut manusia maupun kargo dalam jumlah besar. Musk berharap kendaraan ini menjadi tulang punggung misi manusia ke Mars, membawa satu juta manusia untuk membangun koloni multi-planet yang memungkinkan peradaban manusia bertahan.
Meski begitu, rencana kolonisasi Mars tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Musk menunda program ini selama 5–7 tahun untuk memprioritaskan pembangunan pangkalan di Bulan melalui SpaceX. Ia menargetkan pendaratan manusia di Mars sekitar tahun 2031, sebagai bagian dari visi jangka panjangnya menjadikan umat manusia spesies antarplanet.
Bagi Musk, eksplorasi antariksa lebih dari sekadar pekerjaan—ini adalah hobi sekaligus misi hidup yang menggabungkan teknologi, keberanian, dan imajinasi tanpa batas. Ia sering menghabiskan berjam-jam mempelajari desain roket, sistem propulsi, dan simulasi misi, seakan memadukan pekerjaan dengan kesenangan pribadi.
Selain itu, Musk kerap membagikan pemikiran futuristiknya di media sosial, termasuk ide-ide eksentrik seperti taman bermain gravitasi rendah di orbit atau koloni Mars mandiri dengan sistem energi terbarukan. Hobi dan visinya membuatnya menjadi sosok unik di dunia teknologi dan luar angkasa, selalu berhasil memadukan ambisi besar dengan rasa ingin tahu tanpa henti.
Elon Musk tak lepas dari sorotan publik dan media. Banyak kritik muncul, mulai dari skeptisisme soal kemungkinan kolonisasi Mars hingga ejekan terhadap ide-idenya yang terdengar “liar” atau terlalu futuristik. Beberapa orang meragukan kemampuan SpaceX membuat roket yang bisa digunakan kembali, bahkan menilai ambisinya seperti fantasi ilmiah semata.
Namun, Musk tampaknya tak terlalu peduli dengan cibiran tersebut. Ia sering menanggapinya dengan santai atau humor di media sosial, tetap fokus pada proyek dan misinya. Bagi Musk, kritik hanyalah bagian dari perjalanan inovasi—bukan penghalang untuk mewujudkan ide-idenya. Sikap cuek ini justru menegaskan tekadnya: mengejar visi besar meski dunia meragukannya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan