Beritabanten.com – Sampah kembali menyerbu pesisir Pandeglang. Dalam aksi bersih-bersih sehari pada Minggu lalu, 50 relawan berhasil mengangkut sekitar 250 kilogram sampah di Pantai Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, yang sebagian besar terdiri dari plastik sekali pakai, styrofoam, sachet multilayer, dan jaring ikan bekas atau ghost nets.

Fenomena ini menjadi sorotan karena limbah laut yang menumpuk tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan aktivitas perikanan masyarakat. “Setiap hari, sampah kembali terbuang ke laut, sebagian besar membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai,” kata Helenna Ariesty, Sustainability Manager Nestlé Indonesia.

Aksi ini melibatkan berbagai komunitas lingkungan, antara lain Yayasan KEHATI, SALAKA, Rhino Bahari, Lingkar Muda, Brigasspala SMAN 16 Pandeglang, dan Biodiversity Warrior UNTIRTA. Sampah yang terkumpul dipilah dan dikelola kembali: plastik bernilai ekonomi dikirim ke mitra daur ulang, sementara sebagian diubah menjadi paving block melalui pelatihan berbasis komunitas.

Helenna menekankan bahwa pengelolaan sampah harus melibatkan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak. “Aksi bersih pantai saja tidak cukup. Kami ingin mendorong perubahan perilaku agar masyarakat bisa mengelola sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Para relawan berharap kegiatan ini menjadi contoh praktik ekonomi sirkular di tingkat lokal, memperpanjang masa pakai material, sekaligus mengurangi sampah yang kembali mencemari laut. Sementara itu, pemerintah dan komunitas lingkungan terus mendorong kesadaran publik agar persoalan sampah pesisir tidak semakin memburuk. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com