Beritabanten.com — Di balik riuh tawa siswa dan denting bel sekolah di Tangerang Selatan, ada sosok-sosok yang jarang disorot. Mereka bukan pejabat atau ASN, namun menjadi tulang punggung operasional sekolah negeri.
Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, dari sekitar 6.000 karyawan aktif di SD dan SMP, sekitar 480 orang masih berstatus tenaga honorer—belum masuk skema Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Dindikbud Kota Tangael, Deden Deni, menegaskan bahwa tenaga honorer tidak hanya guru. Banyak di antaranya bekerja sebagai tenaga administrasi, tata usaha, petugas keamanan, hingga office boy. Mereka yang bekerja di balik layar ini memastikan roda pendidikan tetap berjalan setiap hari.
“Tenaga honorer masih sekitar 480 orang. Tidak semuanya guru. Ada tenaga kependidikan, tata usaha, petugas keamanan, sampai office boy,” ujar Deden dalam keterangan tersiar luas, dikutip Minggu (17/5/2026).
Sebagian dari mereka bekerja melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), sementara yang lain menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk masuk formasi PPPK atau CPNS. Tantangannya jelas: kebutuhan tenaga pendukung sekolah terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah siswa.
Tenaga Produktif dan Enerjik
Deden menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di perangkat daerah lain, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Namun, sektor pendidikan menjadi penyumbang terbesar tenaga non-ASN di Tangsel. Mayoritas berusia di bawah 50 tahun, masih produktif dan energik.
Mereka hadir setiap hari, memastikan administrasi sekolah tertata rapi, fasilitas belajar terawat, dan kegiatan rutin berjalan lancar. Meski pekerjaan mereka sering tak terlihat, peran mereka sangat menentukan kenyamanan guru dan siswa. Tanpa dukungan mereka, banyak program pembelajaran dan kegiatan sekolah bisa terganggu.
Selain itu, tenaga honorer juga menjadi jembatan penting antara kebijakan sekolah dan kebutuhan sehari-hari siswa. Mereka sering menjadi orang pertama yang dihubungi saat ada masalah operasional atau kebutuhan mendadak, mulai dari peralatan belajar hingga keamanan ruang kelas. Dengan dedikasi seperti ini, sekolah negeri di Tangsel bisa tetap berjalan dengan efisien, meski menghadapi keterbatasan sumber daya.
Meski status administratif belum jelas, dedikasi mereka nyata. Mereka menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman, mendukung guru, dan memastikan layanan pendidikan berjalan optimal. Pemkot Tangsel berharap pengangkatan tenaga non-ASN segera tertata, memberi kepastian status sekaligus menjaga kualitas pendidikan.
Keberadaan tenaga honorer juga penting untuk membangun fondasi generasi Tangsel unggul. Dengan dukungan administrasi dan pengelolaan yang rapi, guru bisa fokus mengembangkan potensi akademik dan karakter siswa. Stabilitas tenaga pendukung memungkinkan program pendidikan, mulai literasi digital hingga pembelajaran STEM, berjalan efektif.
Mencetak Generasi Masa Depan
Tenaga honorer adalah ujung tombak yang tak terlihat, namun vital dalam membentuk masa depan. Dengan perhatian serius terhadap penataan mereka, Pemkot Tangsel menyiapkan ekosistem pendidikan berkelanjutan.
Loyalitas dan pengalaman tenaga honorer mendorong inovasi pembelajaran, membimbing siswa menghadapi tantangan global, dan mewujudkan visi Tangsel Unggul: kota dengan generasi cerdas, berdaya saing, dan berbudaya.
Selain mendukung guru, tenaga honorer juga berperan dalam inovasi pembelajaran. Prestasi sekolah yang diraih seringkali merupakan hasil kreativitas mereka—tanpa sorotan publik.
Dengan kelancaran administrasi yang mereka jaga, guru dan kepala sekolah dapat fokus pada metode kreatif, integrasi teknologi, dan proyek berbasis pembelajaran, penting untuk membekali siswa menghadapi abad ke-21.
Peran mereka juga terlihat dalam pembangunan sekolah inklusif, memastikan layanan pendidikan merata bagi semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus atau dari keluarga kurang mampu.
Dengan dukungan staf yang stabil, berbagai program bimbingan, pendampingan, dan kegiatan sosial berjalan tanpa hambatan, memberi setiap anak kesempatan yang adil untuk berkembang.
Keberadaan tenaga honorer menegaskan ketahanan sistem pendidikan Tangsel. Meski menghadapi perubahan regulasi, jumlah peserta didik yang meningkat, dan tuntutan kurikulum dinamis, mereka tetap menjadi garda terdepan menjaga kualitas layanan sekolah.
Pemkot Tangsel tidak hanya menyiapkan generasi cerdas, tetapi juga membangun fondasi kota yang tangguh, inovatif, dan unggul di masa depan. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan