Beritabanten.com – Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tak biasa dengan melonggarkan sanksi terhadap pembelian minyak Iran selama 30 hari. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat, 20 Maret 2026 waktu setempat, di tengah lonjakan tajam harga minyak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Melalui kebijakan ini, minyak Iran yang sebelumnya tertahan di laut diperbolehkan untuk dijual dan masuk ke pasar global. Diperkirakan sekitar 140 juta barel minyak akan menambah pasokan dunia, sebagai upaya meredam tekanan harga energi yang telah melonjak hingga di atas 100 dolar per barel.
Langkah tersebut diambil setelah konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi global, termasuk terganggunya jalur strategis seperti Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% minyak dunia.
Meski bersifat sementara, kebijakan ini dinilai mencerminkan kekhawatiran serius pemerintah AS terhadap dampak ekonomi, terutama bagi konsumen domestik dan stabilitas pasar global.
Di sisi lain, pemerintah tetap menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran tidak sepenuhnya dicabut, dan akses Teheran terhadap hasil penjualan minyak tetap dibatasi.
Antara Stabilitas Harga dan Dilema Politik
Keputusan ini menunjukkan paradoks dalam kebijakan luar negeri AS. Selama ini, strategi Maximum Pressure Campaign bertujuan menekan Iran secara ekonomi dengan membatasi ekspor minyaknya. Namun kini, di tengah krisis energi, AS justru “memanfaatkan” minyak Iran untuk menstabilkan harga global.
Secara ekonomi, langkah ini rasional: menambah pasokan adalah cara tercepat menekan harga. Namun secara politik, kebijakan ini mengandung kontradiksi, melonggarkan sanksi terhadap negara yang sedang menjadi lawan dalam konflik.
Para analis menilai ini sebagai sinyal bahwa opsi ekonomi mulai terbatas, sehingga AS harus mengambil langkah pragmatis. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa kebijakan ini justru bisa memberi ruang bagi Iran untuk tetap bertahan secara ekonomi di tengah tekanan militer. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan