Beritabanten.com – Darurat sampah di Kota Tangerang Selatan yang belakangan ramai diberitakan media menemukan jalan lapang mencerahkan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Pemkot Tangerang, Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten bergandengan tangan dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh. Tidak akan ada lagi sampah menggunung yang meresahkan warga.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Gubernur Banten Adra Soni, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin telah berdiskusi panjang lebar terkait prospek penanganan secara kolaboratif antar wilayah.
Sumber media menyebutkan, bahwa ketiganya menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik yang digelar di BLKI Provinsi Banten, di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel pada Rabu 5 November 2025.
Mereka kompak bekerja dalam menemukan solusi koordinatif sambil menunggu Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatiwaringin selesai dibangun.
Benyamin beralasan, bahwa kekompakan antar wilayah merupakan keniscayaan mengingat peraturan perudang-udangan juga membenarkan.

Darurat Sampah Tangsel Tertangani
Ini akan menjamin darurat sampah Tangsel tidak lama akan tertangani dengan baik sehingga tidak meresahkan warga, terutama warga sekitar TPA Cipeucang Serpong
“Makanya saya ingin membangun kerjasama dengan kota lain atau kabupaten lain, dan itu dimungkinkan secara peraturan perundang-undangan,” ujar Benyamin, dinukil redaksi dalam rilis resmi pada hari ini Jumat 7 November 2025.
Sebenarnya selain dengan Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten, dikatakan, Pemkot Tangsel tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai langkah sementara untuk pengelolaan sampah.
Berbagai upaya serius lintas wilayah digencarkan, mengingat pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar.
Kerja antar wilayah juga sebagai tahapan penting menjelang target pembangunan fasilitas PSEL Jatiwaringin yang menjadi proyek strategis nasional tersebut rampung dua tahun ke depan.
Oleh karena itu, Benyamin berharap akan ada dukungan dari pemerintah pusat agar percepatan kerja sama antar daerah ini bisa berjalan lebih lancar, tanpa mengandalkan APBD daerah.
“Saya sih berharap ada bantuan ya, tapi selama ini ya kita yang bekerja jalan sendiri, penganggaran APBD sendiri, cuma kalau PSEL ini kan kita juga sudah menganggarkan untuk pengangkutan sampahnya sesuai asumsi saya dengan Perpres yang lama saja,” jelasnya.

Mengatasi Air Lindi
Benyamin tidak lupa menyinggung problem air lindi atau cairan hasil timbunan sampa di TPA Cipeucang yang ramah diberitakan media.
Kata dia, Pemkot Tangsel telah menentunkan pergatian armada yang bisa mengatasi air lindi jika melintas di jalanan.
Bahkan beberapa wilayah yang terkena dampak air lindi juga sudah mendapat penangangan secara serius. Beberapa warga yang mengadukan efek air lindi sudah mendapat respons produktif.

Hasilnya, akan ada penambahan area seluas 4000 M yang disepakati harganya dan tinggal bayar. Selain itu, Pemkot Tangsel juga akan menyulurkan air bersih kepada warga yang selama ini mengeluhkan dampak buruk air lindi.
Upaya tersebut telah dipotang oleh penganggaran khusus agar realisasi di lapangan cepat dan terarah.
Pemkot Tangsel juga telah berkolaborasi bersama BRIN dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) untuk pengangkutan dan penanganan air lindi agar tidak mencemari lingkungan.

Tangerang Raya Bersatu Tangani Sampah
Penanganan sampah antar Kota Tangsel dan Kota Tangerang menjadi tahapan penting dalam bersatu padu menuntaskan darurat sampah. Itu bukan pekerjaan mudah sehingga membutuhkan landasan kerja kuat dan terencana.
Adalah Gubernur Banten Andra Soni yang memimpin rapat koordinasi menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah di Tangerang Raya dan pemerintah pusat, termasuk dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) lintas kabupaten/kota.
“Kita menyatakan kesiapannya atau menyampaikan progres-progres yang telah dilakukan, dan kemudian juga kita membahas beberapa permasalahan-permasalahan yang harus segera kita carikan solusinya,” jelas Andra Soni.
Andra Soni menyebut, selain Tangerang Raya, kawasan Serang Raya juga akan menjadi lokasi pengembangan Waste to Energy (WTE) tahap kedua, menyesuaikan kapasitas dan volume sampah di wilayah tersebut.
“Melalui sinergi lintas daerah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Tangerang Selatan dan sekitarnya dapat menjadi model kerja sama regional yang efektif sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan sampah dan peningkatan energi terbarukan,” demikian Andra Soni menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan