Beritabanten.com – Kesadaran masyarakat akan pola makan sehat mendorong semakin banyak orang beralih dari nasi putih ke sumber karbohidrat alternatif.
Sejumlah makanan seperti singkong, ubi, kentang, hingga quinoa kini mulai populer sebagai pengganti nasi dalam menu harian.
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr. Ayu Permata, karbohidrat kompleks dari umbi-umbian atau biji-bijian dinilai lebih sehat karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih.
“Ini membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dan cocok untuk penderita diabetes atau mereka yang ingin menurunkan berat badan,” jelasnya.
Data dari Kementerian Pertanian juga mencatat peningkatan produksi dan konsumsi pangan lokal non-beras dalam dua tahun terakhir. Ubi jalar dan jagung menjadi dua komoditas yang mengalami pertumbuhan tertinggi.
Salah satu warga Jakarta, Lina (35), mengaku telah mengganti nasi dengan kentang rebus dan singkong selama enam bulan terakhir. “Awalnya untuk diet, tapi lama-lama badan jadi terasa lebih ringan dan bertenaga,” ujarnya.
Pemerintah pun terus mengkampanyekan diversifikasi pangan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada beras. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan kekayaan sumber karbohidrat lokal.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan