Beritabanten.com – Anda yang biasa melintas Jalan Boulevard Bintaro Jaya Kota Tangerang Selatan atau Tangsel, tepatnya di perempatan dekat Gedung Bank Permata, layak mencicipi sate padang yang satu ini.
Berlokasi di samping gang sempit bersebelahan dengan RS Bintaro Jaya, lapak penjual sate padang tidak pernah sepi pengunjung.
Ada saja mobil yang mempir pesan tanpa turun untuk diboyong makan bersama keluarga di rumah. Bisa membeli 20 porsi, seperti dilihat awak redaksi pada Minggu malam 6 Juli 2025.
Satu porsi dibandrol Rp. 40.000 dengan 10 tusukan lengkap lontong irisan secukupnya. Jika ingin nambah tinggal minta penjual menotong lontong yang tergantung rapih di grobaknya.
Salah satu pelanggan asal Kecamatan Pamulang bernama Susari yang kedapatan habis melahap satu porsi, mengungkapkan kesan istimewa atas rasa bakaran sate padang.
“Itu kan dagingnya direbus dulu lalu dibakar agar aroma lezatnya terasa. Bumbunya pas yang gurih dan lembek gitu,” dia mengaku.
Dia yang datang dari daerah Ciledug mau pulang ke Pamulang memaksakan diri untuk mencicipi rasa khas sate padang tersebut. Dirinya kehujanan setelah setengah hari pada Minggu kemarin, daerah Ciledug diguyur air.
“Kalau hujan-hujan begini pasti banyak yang beli bungkus. Saya juga bungkus satu porsi bakal anak di rumah. Tadi mah ada empat mobil yang sengaja beli banyak,” dia tambahkan.
Dia juga mengaku kebiasaan makan di sana atas rekomendasi temannya yang tinggal di Pondok Aren. Awalnya penasaran tapi selanjutnya jadi ketagihan.
“Coba aja bang, pasti ketagihan. Cara bakarnya rapih sehingga tidak merusak ras asli daging sapi yang kayaknya mjlih bagian daging yang paling gurih. Ada juga sih kalau mau khusus dari bagian sate dengan harga beda,” dia menutup.
Sementara itu, penjual minuman yang tidak jauh dari lokasi bernama Bagus, menceritakan awal mula penjual sate padang tersebut berjualan. Dia mengingatnya lima belas tahun lalu sudah ramai dikunjungj.
“Awalnya sih satu orang berjualan, tapi tetap ramai kan dekat rumah sakit. Belakangan karyawannya lima orang. Yang bakar dan bungkusin beda orang,” ucap dia.
Untuk yang membakar sate padang, dikatakan, orangnya jarang ganti karena untuk menjaga cita rasa makanan dan mengatur layanan tetap berjalan baik.
“Bahkan sekarang mah ada yang jagain parkir dua orang. Saking ramainya pembeli juga, apalagi suasana hujan begini,” imbuh dia.
Dengan kehadiran lapak sate padang tersebut, jualan minuman juga ramai karena banyak pelanggan yang pesan teh panas manis atau teh manis dingin.
“Udah kaya saudara ama dia mah, saya juga suka diminta nyicipin sate padang. Rasanya tidak berubah dari pertama diminta makan. Orang-orangnya juga rapih dan bersih,” dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan