Beritabantenten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menjadikan ajang Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-7 sebagai momentum penting dalam membangkitkan kesadaran wisata kesehatan
Acara yang dihelat di Surabaya Jawa Timur beberapa waktu lalu tersebut disempurnakan dengan Healtth Tourism Talks oleh Pemkot Tangsel dengan mengirim pembicaranya Teuku Adifitrian atau yang akrab disapa dr. Tompi.
Dokter estetika sekaligus musisi tersebut menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan inisiatif Pemkot Tangsel dalam membangkitkan wisata kesehatan untuk kemajuan perekonomian masyarakat. Dan jika nanti berjalan dengan baik akan menjadi role model bagi kabupaten dan kota lain di tanah air.
“Oh sangat bisa (jadi role model daerah lain), karena memang semua udah ada di sana . Dan harapan saya sih mudah-mudahan apa sekarang yang udah terjadi di Tangsel bisa meng-influence daerah-daerah lain juga,” ujar Tompi.
Hal tersebut bukan tanda dasar, kata dia, karena di Tangsel telah ada infrastruktur dan pelayanan kesehatan di Tangsel yang menurutnya sudah sangat lengkap dan maju.
Kemapanan infrastruktur tersebut, dikatakan, juga dilengkapi dengan beragama keunggulan lain di antaranya tata kota yang nyaman, kuliner yang beragam, hingga destinasi wisata buatan yang semakin berkembang.
“Banyak rumah sakit besar sekarang ada di Tangsel, dan klinik-klinik estetika terbaik juga banyak di sana. Jadi saya rasa nggak berlebihan kalau Tangsel mempromosikan medical tourism (serangkaian Health Tourism) jadi salah satu program andalannya,” ujar Tompi.

Berdasarkan keunggulan yang ada di Tangsel tersebut, dia menyimpulkan bahwa peran aktif pemerintah kota menjadi salah satu kunci sukses dalam membangun ekosistem wisata kesehatan yang solid dan berkelanjutan.
“Iya saya rasa kita tuh enggak mungkin bisa ngapa-ngapain kalau pemerintah daerah ini enggak bantuin. Iya, justru dari pemerintah yang berusaha ngejahut semua jadi satu-kesatuan (dalam health tourism),” jelasnya.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para peserta APEKSI yang hadir. Banyak di antaranya mengaku terinspirasi dari perbincangan yang telah dikemukakan selama talk show berlangsung.
Karnaval Anggrek
Keunggulan Tangsel dalam wisata kesehatan tersebut disempurnakan ekosistem pertanian khas yang banyak diminati oleh para turis.
Tengok saja upaya memperkuat citra Kota Tangsel melalui simbol lokal yakni bunga anggrek yang dihadirkan sangat meriah dan berhasil mencuri perhatian para peserta MUNAS APEKSI ke-7 di Surabaya itu.

Bagi Tangsel, Anggrek bukan sekedar hiasan dalam berbagai karya seni rangkai bunga dan lainnya, tetapi lebih dari itu merupakan representasi filosofi, identitas, sekaligus kekuatan branding Tangsel sebagai kota modern yang tetap menjunjung nilai-nilai lokal.
“Bunga anggrek kami angkat sebagai ikon utama, karena bukan hanya tumbuhan khas, tetapi juga simbol dari semangat dan keindahan yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Tangsel,” ujar Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso, saat dihubungi Minggu, 11 Mei 2025.
Menurut Heru, pemilihan anggrek bukan tanpa alasan. Keindahan dan keragaman jenisnya dianggap mencerminkan karakter Tangsel yang inklusif dan adaptif. Ornamen dan hiasan bertema anggrek dalam penampilan karnaval pun menjadi visualisasi nilai-nilai tersebut.
“Anggrek yang dibawa dalam berbagai bentuk hiasan dan ornamen menjadi lambang kecantikan, ketangguhan, dan keragaman hayati kota tersebut,” jelasnya.
Heru menambahkan, partisipasi Tangsel dalam karnaval APEKSI merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi daerah di hadapan publik nasional. Dengan mengusung ikon alam, Tangsel ingin tampil bukan sekadar sebagai kota berkembang, tetapi juga kota yang berkarakter.
“Melalui pameran kami di karnaval ini, kami ingin mengundang lebih banyak orang untuk datang dan mengenal Tangsel—dari budayanya, pariwisatanya, hingga ikon alamnya seperti anggrek,” katanya.
Ia menyebut, sambutan terhadap tema yang diusung Tangsel cukup positif. Para peserta dan pengunjung karnaval dinilai antusias dan tertarik dengan konsep yang ditampilkan.
Penampilan tersebut dinilai berhasil memperkuat citra Tangsel sebagai kota yang tumbuh modern, namun tetap berpijak pada akar budaya dan keanekaragaman hayati lokal. (Adv)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan