Beritabanten.com – PT Indo Raya Tenaga (IRT) sebagai pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9&10, mengajak masyarakat serta pemangku kepentingan setempat untuk lebih peduli dengan kebersihan lingkungan, khususnya dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan.
Ajakan ini terutama difokuskan pada aliran Kali Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Hal tersebut disampaikan dalam acara “Sosialisasi Suralaya Bebas Sampah” yang digelar di Kantor Kelurahan Suralaya beberapa waktu lalu.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Lurah Suralaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, praktisi lingkungan, serta sejumlah Ketua RT dan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Suralaya.
Kepala Kelurahan Suralaya, Sarmanah, mengungkapkan dukungan dan apresiasinya terhadap PT IRT yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi mengenai sampah.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kota Cilegon dan PT IRT ini sangat penting dan diharapkan dapat berlanjut. Kami berharap, setelah sosialisasi ini, masyarakat dapat mengambil langkah nyata untuk mengelola sampah rumah tangga dengan lebih baik dan menjadikannya lebih bernilai ekonomis,” kata Sarmanah.
Muhriji, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah dari DLH Kota Cilegon, yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap, dengan sosialisasi ini, masyarakat Suralaya akan mulai membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan cara yang lebih bijak, serta memilah sampah dengan baik,” ujar Muhriji.
Penggiat lingkungan, Mad Haer, juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemahaman masyarakat terhadap masalah sampah yang dihasilkan oleh mereka sendiri.
“Pemahaman akan dampak sampah sangat penting agar masyarakat dapat mengelola sampah dengan bijak. Dengan pengetahuan ini, masyarakat bisa lebih peduli terhadap sampah yang ada di sekitar mereka,” ujar Mad Haer di hadapan warga.
Mad Haer menambahkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menyebabkan bencana sosial dan lingkungan.
“Bencana alam bisa terjadi kapan saja, dan salah satu faktor penyebabnya adalah sampah. Oleh karena itu, masyarakat harus paham bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi pemicu bencana alam,” tegas Mad Haer.
Salah satu tokoh lingkungan, Abdul Hakim, yang berasal dari Kubang Kepuh, Suralaya, juga memberikan dukungan terhadap kegiatan yang digelar oleh PT IRT.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti di sini saja, tetapi masyarakat bisa lebih sadar dan bertanggung jawab dalam membuang sampah pada tempatnya,” kata Abdul Hakim.
Melalui sosialisasi ini, PT IRT berharap masyarakat Suralaya semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam di sekitar mereka. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan