Beritabanten.com – Tawuran antar kelompok remaja yang terjadi pada Minggu (5/1/2025) dini hari di RT013/RW004, depan PT Idola Jalan Bojong Raya, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, menuai kecaman dari masyarakat setempat.
Warganet juga mengecam setelah melihat video tersebar di media sosial karena membuat suasana tegang di wilayah tersebut.
Para tokoh menyatakannya sangat brutal dan mencolok, meski sebelumnya sempat ada konflik antar kelompok remaja di wilayah RW 04, namun tawuran yang terjadi itu sangat berbeda. Pasalnya, para pelaku menggunakan petasan dan bersenjatakan clurit, benda tajam yang sangat berbahaya.
“Baru kali ini tawuran remaja pecah di wilayah RT013/RW004 Rawa Buaya hingga sangat brutal, menggunakan petasan dan senjata tajam jenis clurit,” kata seorang tokoh yang tidak mau disebutkan namnya,kemarin。
Seharusnya Ketua RW 04 selalu mempersiapkan keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat meresahkan warga, seperti tawuran remaja yang sampai melibatkan petasan dan clurit,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Ketua RW004 Rawa Buaya, Jupri, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membantah adanya tudingan kurangnya pengamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, tawuran yang terjadi disebabkan oleh provokasi dari kelompok remaja di Bojong yang sering menantang kelompok remaja di sekitar wilayah Rawa Buaya. Ia menambahkan, meskipun ada pengamanan, jumlah petugas yang terbatas membuat mereka kesulitan mengatasi banyaknya remaja yang terlibat dalam tawuran.
“Bukan masalah tidak adanya pengamanan, itu ada anak-anak Bojong yang sering menantang tawuran. Bahkan, meskipun ada 10 petugas keamanan, mereka tetap kesulitan mengatasi kerumunan remaja yang begitu banyak,” jelas Jupri, Senin (6/1/2025).
Lebih lanjut, Jupri mengungkapkan bahwa pihak kepolisian Polsek Cengkareng tengah menyelidiki lebih lanjut terkait insiden tersebut. Polisi juga tengah memeriksa para remaja yang sering nongkrong di sekitar tempat tukang jahit Anas, yang diduga menjadi titik pertemuan para pelaku tawuran. Jupri mengungkapkan, undangan tawuran itu dilakukan melalui media sosial Instagram.
“Sedang diselidiki oleh Intel Polsek Cengkareng, anak-anak yang nongkrong di tempat Anas tukang jahit. Undangan tawuran itu lewat Instagram,” ungkapnya.
Jupri juga menambahkan bahwa identitas para pelaku utama tawuran sudah diketahui, dan ia berharap pihak kepolisian segera menangkap dan memproses hukum para pelaku yang meresahkan warga tersebut.
“Biang keroknya sudah diketahui identitasnya. Mereka yang mengundang kelompok luar untuk tawuran di Bojong. Kami berharap segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” pungkas Jupri.
Tawuran remaja yang semakin meresahkan ini menambah keprihatinan masyarakat tentang semakin meluasnya kekerasan antar kelompok remaja di berbagai wilayah Jakarta. Diharapkan, pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti kasus ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan