Beritabanten.com – Hasil hotline pengaduan masyarakat terkait dampak dari pembangunan di bagian utara Kabupaten Tangerang yang dibentuk Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tangerang resmi dirilis.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang, Muhammad Qustulani, mengaku akan menindaklanjuti hasil pembukaan hotline tersebut.

“Hasil rapat, kita tidak hanya melapor ke PBNU, tetapi juga ke Komnas HAM dan Ombudsman,” tegasnya pada nubanten, Senin (9/12/2024).

Gus Fani, biasa disapa, menyatakan pihaknya bersama tim akan melaporkan hasil hotline tersebut kepada Pengurus Besar (PB) NU besok, Selasa, 10 Desember 2024.

Ia menegaskan, posisi NU akan berada di titik tengah untuk menjembatani persoalan dan permasalahan serta berusaha mencari penyelesaian terbaik.

“Pasalnya, berdasarkan laporan dan temuan di lapangan, ada indikasi yang mengarah pada isu-isu yang berkembang saat ini,” ungkap Gus Fani.

Ia berharap, adanya komunikasi yang sudah terbangun tidak putus antara pengembang dengan masyarakat.

Dugaan putusnya komunikasi, kata dia, dalam pandangan PCNU menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian pada masyarakat. Karena banyak yang merasa seperti dibohongi dan diintimidasi.

“Ada yang ditakut-takuti oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan dari adanya PIK 2 atau PSN PIK,” ujar Gus Fani.

Sementara, Santos Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PCNU Kabupaten Tangerang, menjelaskan posisioning NU dalam hal ini, berada pada posisi kebenaran.

Termasuk dalam membela hak-hak masyarakat yang terkena dampak. Baik itu berkaitan dengan property rights, economic rights, dan cultural rights.

“Sebab itu semua aduan diterima dan akan dijadikan sumber data primer dan juga sekunder,” terang Santos.

Melalui rapat tim advokasi dan mitigasi yang dilaksanakan di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang. Turut dihadiri oleh beberapa warga terdampak.

Tim advokasi dan mitigasi PCNU pun sebelumnya telah melakukan observasi ke beberapa desa di Kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji. Baca Juga PCNU Kabupaten Tangerang Bangun Kantor, Harakah Makin Menggelora

“Kita bukan dalam posisi head to head dengan pengembang tetapi sebagai jembatan yang membantu penyelesaian persoalan masyarakat,” tandasnya. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com