Beritabanten.com – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang Selatan, Tabrani, mendorong anak-anak untuk terus berkreasi menggali seni dan budaya Tangsel.

Dia menyampaikan hal tersebut ketika hadir dalam acara Lomba Tari Kreasi Daerah 2024 tingkat kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan di Kampung Konservasi Rimbun, Ciater, Serpong, pada Sabtu (05/10/2024).

Tabrani merasakan suasana begitu meriah dari setiap penampilan anak-anak pada acara tersebut mengingat hal tersebut menjadi panggung bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui tarian tradisional dan modern.

Karenanya, Tabrani menyatakan acara tersebut sebagai ajang kompetisi bagi anak-anak kreatif di Tangsel. Dia juga menyatakan acara tersebut sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kemampuan diri dalam kreativitas seni tari daerah.

“Hari ini bukan sekadar lomba tari saja, tetapi bagaimana kita bisa menyaksikan anak-anak kita mengeksplorasi diri, kemampuan yang ditunjukkan dengan berbagai tari kreativitas,” ujarnya.

Lomba Kreativitas Anak-anak

Sebanyak 42 jenis tari dipersembahkan dalam lomba ini, mencerminkan kekayaan budaya dan potensi kreatif anak-anak Tangerang Selatan.

“Terima kasih kepada Yayasan Sanggar Tari Ayunda Puspita yang sudah menjadikan lomba ini sebagai wadah berkreasi anak-anak, ini adalah kegiatan yang luar biasa. Kita doakan anak-anak kita berhasil mencapai cita-citanya dan membanggakan kedua orang tuanya,” tambah Tabrani.

Sambutan hangat pada Tabrani oleh panitia Lomba Tari Kreasi Tangsel

Tabrani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, memandang kegiatan tersebut mempunyai peluang besar untuk dilakukan di masa mendatang.

Menurutnya, anak-anak di Tangsel mempunyai potensi besar yang bisa terus berkembang dan menjadi wadah yang semakin besar bagi anak-anak untuk berkreasi.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangse) bersama dinas terkait akan terus mendukung upaya pengembangan setiap potensi anak-anak dalam bidang seni dan budaya.

Tangsel sebagai kota yang tadinya mempunyai tradisi daerah dalam seni budaya sangat potensial untuk dikembangkan di masa mendatang.

“Untuk ayah dan bunda, jangan terlalu dipikirkan soal juara, yang terpenting adalah bagaimana hari ini anak-anak kita berani menunjukkan kreativitas dan bakatnya. Tidak semua orang punya keberanian seperti ini, dan itu yang membuat anak-anak kita luar biasa,” tutupnya.

Acara yang bermitra dengan Dinas Pariwisata ini diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menggali potensi seni dan budaya mereka, sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat.

Tarian Khas Kota Tangsel

Mengutip laman instagram Sanggar Tari Ayunda Puspita yang merupakan Sekolah Tari beralamat di  Jl. Benda Timur 1A Blok F 36/1. Pamulang 2 Tangsel tersebut nampak banyak kegiatan pelatihan yang ditawarkan bagi anak-anak yang hendak mengembangkan bakat seni dan budaya.

Sekolah Tari tersebut juga pernah mengenalkan tarian daerah dari Kota Tangsel bernama Tari Nong Anggrek merupakan perpaduan dari berbagi suku di Tangerang Selatan.

Ilustrasi tarian Nong Anggrek – Foto Instagram
Tarian tersebut berusaha mewadaahi gerakan, kostum, akesoris, hingga riasan wajah dalam tari ini mencerminkan akulturasi budaya Tangerang Selatan.Tarian tersebut diciptakan oleh Sherly Fatmarita ini disebut sebagai tarian ikon kota Tangerang Selatan yakni  keindahan bunga anggrek vanda douglas.

“Dari tahun 2013 hingga saat ini, kota Tangerang Selatan memproduksi bunga anggrek vanda douglas yang banyak dijual di pasar kembang. Dari situ, beliau terinspirasi untuk menciptakan tari Nong Anggrek yang akhirnya menjadi ikon kota Tangerang Selatan,” ujar Pendiri dan Pelatih Sanggar Tari Bougenville Tangerang Selatan, Zahra Lita Syafitri dalam siaran PRO 4 RRI Jakarta, pada Jumat (14/6/2024).

Tari Nong Anggrek menggambarkan keindahan bunga anggrek yang berada di tepi danau dan tertiup angin, sehingga membuatnya melambai-lambai.

Penari harus dapat mempersembahkan keanggunan, kecantikan, dan kelenturan dari bunga anggrek vanda douglas tersebut.

Zahra menceritakan bahwa pada awalnya penari tari Nong Anggrek berjumlah tujuh orang, sesuai dengan filosofi bungga anggrek yang memiliki tujuh tangkai. Kini penari Tari Nong Anggrek tidak harus berjumlah tujuh orang, tetapi jumlahnya harus ganjil.

Adapun ciri khas dari Tari Nong Anggrek adalah aksesoris kepala yang dikenakan oleh penari. Aksesoris tersebut berbentuk bunga anggrek vanda douglas yang ukurannya lebih besar dari kepala penari. [Adv]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com