Beritabanten.com – Pemilu AS 2024 makin seru dengan permintaan mundur kepada Joe Biden karena mendukung serangan Israel di Gaza yang lahirkan nestapa kemanusiaan. Adalah Koalisi politik Muslim Amerika, The American Muslim 2024 Election Task Force (AM Task Force) meminta Biden undur diri untuk kebaikan pemilih Partai Demokrat.
Mereka belasan, Biden yang maju sebagai kandidat presiden di Pemilu AS 2024 menjadikan Donal Trump berpotensi menang. Sentimen anti Israel bakal menjadi peluru ampuh untuk menjatuhkan skor elektoral calon dari Partai Demokrat itu.
“Presiden Biden harus mundur sehingga Partai Demokrat bisa mencari kandidat baru yang mampu dan berkualitas, yang bisa lebih mencerminkan nilai-nilai dan pandangan sebagian besar pemilih, termasuk yang oposisi terhadap Partai Demokrat,” tulisnya, menukil kumparan, Senin (1/7/2024).
Hal tersebut juga sangat jelas jika melihat laman resmi AM Task Force yang memberi nilai negatif terhadap Biden. Para pemlihnya akan pindah perahu karena dukungan Bidan pada serangan Israel di Gaza yang melahirkan nestapa kemanusiaan yang sampai kini belum beakhir.
“Sebelum debat yang memprihatinkan dan mengecewakan itu, dukungan finansial Biden terhadap genosida warga Palestina di Gaza dan kegagalannya untuk mengatasi rasisme anti-Palestina dan Islamofobia jadi alasan para pemilih mempertimbangkan lagi pilihan mereka,” tulis AM Task Force.
Mereka tegas meminta Partai Demokrat untuk menarik dukungan pada Biden agar langkah Donald Trum kembali ke Gedung Putih tidak terjadi. Jika tidak, suara Partai Demokrat di negara bagian penting seperti Michigan, Georgia, Minnesota, hingga Pennsylvania akan balik badan.
“Sama seperti banyak Muslim Amerika yang tidak bisa memilih Presiden Biden, banyak Muslim Amerika juga tidak ingin melihat Donald Trump kembali menjabat,” lanjut mereka.
Dalam benak mereka Trump tidak lebih baik dari Biden. Trump akan memanjakan para imigran ilegal di kamp-kamp massal, memberlakukan kembali larangan bagi Muslim, memperkuat larangang berdasarkan rasial dan penerapan kebijakan tidak adil.
“Trump bahkan mengatakan Israel harus dibiarkan menyelesaikan genosidanya. Dia mengabaikan pertanyaan soal apakah ia akan mendukung pengakuan Palestina sebagai sebuah negara untuk mencapai perdamaian, dan malah menjadikan identitas Palestina sebagai senjata penghinaan rasis,” tegas AM Task Force.
Mereka berharap, siapa pun yang ingin memimpin Amerika Serikat bisa menerapkan prinsip-prinsip dasar keadilan yang berbasis pada hak asasi manusia, persamaan ras, hingga kebebasan beragama. Mereka juga ingin pemimpin ke depan adalah orang yang menentang rasisme, penjajahan dan genosida.
“Baik Presiden Biden atau Presiden Trump, dua-duanya telah gagal melewati batasan yang sangat mudah ini. Kami, Muslim Amerika dan masyarakat Amerika pada umumnya, menuntut pilihan yang lebih baik saat ini,” tutup mereka. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan