Hampir sepekan mengikuti pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh PUSDIKLAT- LSP BAZNAS.

Tanpa terasa proses ujian sertifikasi kompetensi pada Jum’at 14 Juni 2014 telah kami lalui dan berharap asa lulus dengan memperoleh sertifikat dari LSP BAZNAS.

Namun sesungguhnya paska pelatihan kami merasa banyak terdapat kekurangan pada diri kami dan banyak hikmah yang kami dapatkan tentunya

Padahal pada awal sebelum pelatihan kami merasa arah dan cara kerja kami sudah optimal terlebih diukur dari kemampuan yang kami miliki mumpuni untuk melakukan rencana kerja yang kami canangkan.

Pelajaran pertama yang kami dapatkan bahwa seorang pimpinan sebut saja sebagai komissioner harus memiliki managerial skill dalam mengatur dan memaksimalkan semua potensi dan mengendalikan hambatan baik di bidang pengumpulan, bidang pendistribusian dan pendayagunaan, bidang keuangan dan perencanaan serta bidang Sumber Daya Insani, Adminitrasi dan Umum.

Salah satunya dengan cara penguasaan metode SWOT dalam menganalisa Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan/ Peluang dan Ancaman di BAZNAS di masing-masing daerah.

Misal saja kemampuan menganalisa laporan keuangan dalam pengelolaan zakat infak dan sedekah menjadi materi yang sangat bermanfaat bagi peserta.

Setelah pendidikan dan pelatihan kami menyadari begitu pentingnya bagaimana mengelola keuangan yang sehat bagi lembaga amil.

Modernisasi lembaga berdampak pada pemilihan metode dan cara pengelolaan pengumpulan yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman namun tetap berpijak pada proses efisien dan efektif serta sesuai dengan prinsip syariah dan regulasi.

Harapan adanya upaya ini akan terjadi peningkatan pengumpulan dana zakat, infaq dan sedekah

Begitu pula dalam proses pengelolaan pendistribusian dan pendayagunaan, paska pendidikan dan pelatihan kami tercerahkan pada proses pendistribusian yang tetap berpijak pada 8 golongan penerima zakat, namun juga kami harus mampu mengeluarkan ide-ide segar berkreasi dan berinovasi dalam proses verifikasi dan validasi dokumennya.

Digitalisasi verifikasi dan validasi dikaitkan dengan penerapan service level agreement dalam sebuah proses seleksi program beasiswa bagi anak dhuafa,, program renovasi rumah tidak layak huni, biaya hidup, kesehatan dan lain-lain berakibat pada semakin efektifnya sebuah proses.

Pendayagunaan zakat, infak dan sedekah juga harus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat, semisal dalam penyaluran modal usaha bagi dhuafa memberikan multiplayer effect positif di bidang ekonomi sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan harapan diakhir ujung proses ini adalah adanya penurunan rasio angka kemiskinan di masing-masing daerah.

Ibarat dua muka uang koin yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya harus berjalan beriringan, maka penyelarasan program antara bidang pengumpulan dan pendistribusian menjadi sebuah keniscayaan untuk duduk bareng merancang program-programnya.

Naik dan turunnya performa pengumpulan secara otomatis akan mempengaruhi performa pendistribusian sebaliknya program pendistribusian yang menarik yang dikemas secara kreatif secara otomatis akan mempengaruhi pula upaya peningkatan perolehan pengumpulan.

Usaha penting lainnya
adalah adanya optimalisasi sumber daya yang dimiliki, semisal dalam mengukur beban kerja yang dikaitkan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam setiap penyelesaian item kerja. disertai pula adanya jumlah item kerja yang dibebankan kepada setiap pelaksana dan pimpinan

Hal ini akan menjadi tolok ukur kebutuhan sumber daya insani, sehingga efisiensi biaya tenaga kerja menjadi terukur. Selain itu usaha di atas juga untuk menghindari adanya kelebihan tenaga kerja (over man power) dalam satu unit kerja.

Efisiensi dapat dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan asset operasional, mekanisme tender dan perbandingan harga serta apabila pengadaan dimaksud bernilai dalam jumlah besar maka hindarilah adanya penunjukkan langsung agar BAZNAS memperoleh harga terbaik.

Pembebanan kerja dan distribusi kerja yang terurai serta merata untuk masing-masing tenaga kerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) nya akan semakin memberikan rasa keadilan dan kenyamanan suasana kerja.

Ketersediaan media informasi yang dimiliki dalam pemberian informasi yang terbuka bagi masyarakat melalui berbagai saluran media akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS di setiap daerah.

Menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program kegiatan sosial yang bersifat mutualisme simbiosis akan semakin menambah kepercayaan dari para pembayar zakat penghasilan yang ditunaikan oleh para aparatur sipil negara

Kemampuan dalam menembus pasar muzakki dapat dilakukan dengan cara penetapan beberapa perusahaan sebagai daftar mitra strategis dalam upaya untuk peningkatan pengumpulan di sektor swasta.

Melakukan co branding dengan perusahaan swasta dalam mengusung program kemanusiaan juga dapat meningkatkan pengumpulan, intinya kreatifitas dan inovasi dalam penyampaian ide dan gagasan kepada masyarakat juga amat strategis untuk dijalankan.

Sepertinya penyampaian ungkapan di atas terasa masih kurang apabila dibandingkan dengan oleh-oleh keilmuan dan kompetesi yang kami dapatkan selama pelatihan.

Semoga apa yang kami dapatkan selama pelatihan akan menjadi bekal kami dalam meningkatkan performa BAZNAS di masing-masing daerah.

Terima kasih adalah ucapan yang terlontar dari kami, semoga LSP dan PUSDIKLAT BAZNAS semakin menebar manfaat dengan literasi keilmuannya.
Aamiin YRA

Penulis: Deni Nuryadin, Komissioner BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com