Beritabanten.com – Seorang balita berinisial MAM (5), warga Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak lahir dengan kelamin ganda. Ayah balita bernama Sarbini mengaku susah uang untuk biaya operasi.

“Kami tidak memiliki cukup uang untuk membawa anak kami ke rumah sakit di Jakarta. Makanya kami mengajukan biaya pengobatan kepada pihak-pihak yang bisa membantu meringankan kami,” katanya, mengutip okezonetv, Kamis (13/6/2024)

“Saat ini kami mengajukan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Lebak,” Sarbini tambahka, berdasarkan BAZNAS sebagai pihak yang memungkinkan bantu.

Ia mengaku anaknya menderita kelainan kelamin ganda sejak lahir sekitar tahun 2019. Waktu itu, dirinya langsung memeriksakan kondisi MAM ke rumah sakit.

Usaha gigihnya dibuktikan dengan membawa anak tercinta pada rumah sakit besar di Jakarta. Tapi, katanya karena usianya di bawah umur menyebabkan belum bisa mendapatkan penanganan.

“Saat itu, juga saya pulang pergi Rangkas-Jakarta memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saya benar benar membutuhkan bantuan dari para dermawan,” harap Sarbini.

Dengan alasan sudah cukup usia, sang ayah berniat akan membawa kembali ke rumah sakit di Jakarta agar bisa ada penanganan. Pemeriksaan berjalan, lanjut ia, tapi masih harus nunggu jadwal penangangan.

Pihak rumah sakit mengabarkan ke Sarbini, jika anaknya itu lebih dominan berjenis kelamin laki-laki, sehingga ketika ditangani nanti yang diberikan penanganan adalah alat kelamin perempuannya.

“Kata mereka sih laki laki. Meski kalau anak saya buang air kecil keluar dari alat kelamin perempuan,” ujar MAM.

Diketahui, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH Wawan Gunawan, mengaku akan memberikan bantuan kepada anak berkelamin ganda asal Kecamatan Rangkasbitung.

“Insya Allah kami bantu, mudah-mudahan lancar, ” kata Wawan. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com