Beritabanten.com – RSUD Berkah Pandeglang buka suara terkait stok darah terancam kosong karena tunggakan ke PMI sebesar Rp2 Miliar.

Hal tersebut mencuat karena berakibat pada ketersediaan darah yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pasien penyakit talasemi dan hemodialisis (HD) yang baru.

Karenanya, Wadir Pelayanan RSUD Berkah Pandeglang Kodiat Juarsa kabarkan pelayanan bagi pasien untuk darah selama kerja sama dengan UDD PMI Cabang Pandeglang berdasarkan kebutuhan jumlah kantong darah yang tersedia..

“Itu tim bank darah yang tahu kebutuhannya, jadi sesuai kebutuhan rumah sakit itu kita minta ke PMI, kalau keadaan normal ya di kirim, sehingga pada saat pasien butuh maka ikut ke bank darah rumah sakit,” ungkapnya mengutip radarbanten.co.id, Jum’at (10/5/2024)

Kodiat tambahkan, pihaknya mengakui bahwa masih terdapat utang sebesar Rp 2 miliar kepada UDD PMI Cabang Pandeglang.

“Iya ada alokasinya ada anggaran, yang jelas ada dianggarkan. Iya saya lupa, iya ada hutang, tapi dalam keadaan normal PMI kirim,” katanya.

Ia meminta PMI tetap memasok darah ke rumah sakit karena pengolahan darah hanya dikerjakan PMI.

“Ya kemarin yang saya tahu informasi tanya ke teman-teman PMI masih melayani kok,” ujarnya.

Namun, stok yang tersedia di UDD PMI Pandeglang hanya mencukupi untuk pasien talasemia yang telah melakukan pemesanan sebelumnya.

“Iya, terutama untuk pasien talasemia dan pasien HD yang telah melakukan pemesanan sebelumnya. Stok darah ini sebagian besar telah dipesan oleh pasien, dan saat ini sedang menunggu pengiriman dari penyedia,” jelasnya.

Ia menjelaskan kebijakan PMI khusus untuk melayani pasien talasemia dan HD dari RSUD Berkah Pandeglang yang telah menitipkan darahnya di PMI, selama stok darah masih tersedia.

Namun ketika dikonfirmasikan jalan keluar dari tunggakan 2 Miliar ke UDD PMI Cabang Pandeglang itu, dirinya masih belum bisa jelaskan.

“Kalau untuk hal ini, silahkan tanyakan langsung dengan pak direktur,” katanya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com