Beritabanten.com – Setelah mencatat ada 6 kasus gagal ginjal pada anak di Kota Tangerang dan 4 anak meninggal dunia.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan telah memberikan surat edaran mengenai penunjukan rumah sakit khusus untuk menangani gagal ginjal akut di Kota Tangerang jika terjadi penambahan kasus.
“Kami sudah memberikan surat edaran ke seluruh rumah sakit di Kota Tangerang. Semua rumah sakit sebenarnya ada dokter spesialis anak dan mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensinya,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni dalam keterangannya, Kamis (27/10/2022).
Lanjut Dini, adapun 6 rumah sakit khusus yang disediakan mempunyai fasilitas hingga dokter spesialis anak.
“Rumah Sakit khusus yaitu RSUD Kota Tangerang, RSUP Sitanala, RS EMC, RS Sari Asih Karawaci, dan RS Primaya. Ini kami persiapkan dengan melihat fasilitas dan dokter spesialis anak yang ada,” terangnya.
Tak hanya itu, untuk menangani dan mencegah kenaikan kasus gagal ginjal akut ini dengan melakukan sosialisasi langsung ke organisasi profesi, dan melakukan pengawasan peredaran obat sirup sesuai dengan Surat Edaran BPOM dan Kementerian Kesehatan.
“Dari surat edaran pertama Kementerian Kesehatan, kami langsung menginstruksikan untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup dan untuk tidak meresepkan obat sirup. Lalu, kami juga langsung melakukan sosialisasi ke organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia, IDI, dan sebagainya,” tandasnya.
“Di surat edaran terbaru, ada list obat yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan. Dan teman-teman Puskesmas langsung mulai turun ke apotek dan toko obat untuk memastikan hanya menjual obat-obatan yang dinyatakan aman,” lanjut Dini.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mencatat sudah ada 6 kasus anak menderita gagal ginjal akut.
Hal itu, dikatakan Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni.
“Kasus gagal ginjal akut ini sudah masuk di Kota Tangerang. Awalnya, ada empat kasus dan per hari ini (Rabu, 26/10/22) sudah bertambah dua kasus,” kata Dini dalam keterangannya, Kamis (27/10/2022).
Lanjut Dini, dari enam anak yang terdiagnosis gagal ginjal akut, empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
“Empat anak sudah meninggal dunia sejak bulan Juni hingga Agustus, satu anak sudah pulang, dan satu anak sekarang masih dalam kondisi perawatan,” ujarnya. [Red]
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan