Beritabanten.com – Kasus tewasnya seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur’an Lantaburo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang meninggalkan duka mendalam untuk keluarga korban.

Terlebih lagi, korban meninggal setelah diduga dikeroyok 12 orang lainnya. Kekinian, Ponpes tersebut ramai disambangi sejumlah orangtua santri.

Para orang tua para santri tersebut berkumpul di Ponpes sejak pagi. Beberapa di antaranya tampak menunggu anaknya di luar pesantren, sebagian lagi berada di dalam untuk bertemu dengan ketua yayasan.

Tidak ada tanda-tanda kegiatan belajar. Para santri pun diberi arahan untuk tetap berada di dalam pesantren, tepatnya di lantai empat gedung.

Salah satu orangtua santri, Kurniasih mengaku datang untuk meminta konfirmasi kepada pihak pesantren mengenai kasus pengeroyokan tersebut.

Dirinya datang sekaligus membawakan bekal makanan untuk anaknya. Meskipun belum mendapat konfirmasi dari pihak pesantren yang beralasan sedang sibuk, dirinya tetap mempercayakan anaknya untuk tetap menimba ilmu di tempat tersebut.

“Ya namanya musibah kita tidak ada yang tahu. Sudah saya titipkan anak saya ke pesantren, saya percaya. Informasi keseharian santri selalu diberikan dari pihak pesantren,” ujar Kurniasih.

Sementara itu, Bukhari, rekan pengurus pesantren Darul Qur’an Lantaburo mengatakan insiden pengeroyokan tersebut terjadi di luar ke hendak dan merupakan musibah.

“Murni musibah, musibah buat kita dan musibah untuk dunia pesantren,” ujarnya, di lokasi.

Pengurus Forum Silaturahim Pondok Pesantren Tangerang ini juga mengatakan, saat ini pihak pesantren sedang mengikuti proses pemeriksaan dari Kepolisian.

Dalam waktu dekat, para Kiai akan berkumpul untuk membahas terkait langkah apa yang akan diambil atas kasus di pondok pesantren ini.

“ini jadi pelajaran buat kita semua, kita doakan pesantren ini tetap kokoh dan tetap istiqamah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus tewasnya santri di Cipondoh sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol  Zain Dwi Nugroho, seorang santri tersebut dilarikan ke RS Sari Asih Cipondoh setelah dikeroyok 12 teman santri lainnya. Namun, kata Kapolres, korban dinyatakan meninggal di rumah sakit.

“Korban pada saat di RS Sari Asih Cipondoh terlihat tanda lebam di muka, kepala, dan dada serta keluar darah di hidung dan buih di mulut korban,” ungkapnya.

Adapun jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi.

“Untuk memastikan penyebab kematian, saat ini sedang dilakukan autopsi terhadap korban,” jelasnya. [Red]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com