Beritabanten.com – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyatakan ketersediaan stok pangan menjelang akhir tahun 2025, terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.
Dia menyampaikan ketika memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Serang di Kabupaten Serang, kemarin.
“Stok beras aman, minyak aman. Tadi ada 20 entitas yang berdampak kepada inflasi, tetapi yang terutama Bulog menyampaikan kondisi beras itu aman,” kata dia, dinukil redaksi dari Antara, Selasa 25 November 2025.
Pemkab Serang, diktakan, fokus membahas strategi pengendalian inflasi agar dampak ekonomi tidak memberatkan masyarakat.
Hasilnya, bisa memastikan stok pangan di Bulog mencukupi dengan kualitas yang baik serta harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dalam rangka menjaga keseimbangan inflasi, khususnya bahan pokok, Pemkab Serang berkolaborasi dengan Bulog Sub Divre Serang untuk menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kecamatan.
“GPM ini nanti dievaluasi sesuai dengan potensi inflasi di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, Najib juga menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Serang yang dapat meningkatkan permintaan kebutuhan pangan sekaligus berpotensi memicu inflasi.
Oleh karena itu, pihaknya akan memastikan pasokan bahan baku di SPPG mencukupi untuk menekan dampak tersebut.
Terkait bantuan sosial, ia menambahkan bahwa bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan segera digulirkan tahun ini sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Serang juga melakukan konsolidasi khusus untuk kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman dengan harga yang wajar.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang, Febrian Ripera, mengatakan, kondisi inflasi di Kabupaten Serang saat ini masih dalam batas aman dan sesuai dengan target nasional, yakni 2,5 persen plus minus satu persen.
“Kita masih kondisi aman karena tidak melebihi 3,5 persen. Bahkan, jika melihat kondisi yang ada pada saat ini, Kabupaten Serang mengalami deflasi dalam beberapa pekan terakhir,” kata Febrian.
Meski demikian, Febrian mengakui adanya fluktuasi harga pada komoditas cabai dan bawang merah karena Kabupaten Serang bukan merupakan daerah produsen utama untuk komoditas tersebut, sehingga harga cenderung mengikuti pasar induk.
Pihaknya juga menekankan perlunya penelitian lebih mendalam terkait harga pasar, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Serang membuat harga di daerah pelosok belum tentu sama dengan harga acuan di Pasar Induk Rau. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan