Beritabanten.com – Kota Tangerang Selatan yang mayoritas muslim sedianya bisa membaca Al-Quran secara baik dan benar sesuai ketentuan ilmu di bidangnya, yakni ilmu tajwid yang mengukur cara baca sesuai karakter huruf Arab.

Fakta di lapangan yang ditemukan oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan Heli Selamet menunjukkan data yang memprihatikan.

Kadinsos Kota Tangsel tersebut lalu menukil hasil survei terakhir dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten pada tahun 2017 tentang tingkat Melek Al-Quran yang tidak paralel dengan kenyataan mayoritas masyarakat muslim di Tangsel.

“Survei LPTQ Banten 12,36% Belum Melek Al-Qur’an, bahkan temuannya dari 87,64% yang sudah melek Al-Qur’an, 76% masih belum lancar, baru sekitar 23% sedang dan lancar,” bebernya pada media melalui keterangan resmi, Rabu 28 Januari 2026.

“Survei tersebut memang dilakukan pada tahun 2017, namun fakta di lapangan masih terasa aktual,” dia tambahkan.

Sebagai lembaga yang bersinggungan dengan kegiatan di masjid se-Tangsel, dikatakan, DMI Kota Tangsel mengkampanyekan Gerakan Maghrib Mengaji” di seluruh tempat ibadah dan pusat kegiatan.

‘Kegiatan ‘Gerakan DMI Magrib Mengaji’ adalah sebuah gerakan dan motivasi untuk pemberantasan buta huruf Al-Qur’an untuk menjadikan Masjid, Mushola, Majlis Taklim dan Rumah sebagai Pesantren bagi jamaah dan keluarga,” demikian Heli Slamet.

Sementara itu, Koordanator Gerakan Maghrib Mengaji DMI Kota Tangsel Ali Akbar menjelaskan gerakan ‘DMI Maghrib Mengaji‘ di Kota Tangsel berjalan dengan sambutan hangat dari masyarakat.

Sejak pertama kali digelar di Masjid Mauzah Ali, Perumahan Citra Prima Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangsel pada 30 September 2025, terus berlanjut dengan sambutan antusias.

“Alhamdulillah, untuk kegiatan DMI Magrib Mengaji yang sudah berjalan sampai saat ini sudah putaran Minggu ke 18,” beber dia.

“Dimana untuk pertama kalinya kita mulai di Masjid Mauzah Ali di Perumahan Citra Prima Serpong di Kecamatan Setu pada 30 September 2025. Kemudian dilanjut ke 2 di Masjid Babussalam, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang pada 7 Oktober 2025.'” dia tambahkan.

Dia juga menyebutkan dukungan datang dari aparatur pemerintah setempat sehingga memudahkan penyelenggaraan DMI Maghrib Mengaji keliling ke berbagai tempat di Tangsel.

“Alhamdulillah sudah berjalan dari masjid ke masjid yang didukung oleh para camat dan lurah yang masjidnya berada di wilayahnya,” kata dia seraya berterima kasih.

Selain itu, dukungan datang dari pengurus DKM Masjid setempat karena dirasa sangat bermanfaat untuk memberikan semangat kepada para jemaah masjid.

“Semua DKM Masjid sangat mendukung kegiatan DMI Magrib mengaji. Karena sangat bermanfaat sekali untuk membantu dan memberikan semangat kepada jama’ah untuk mengikuti dan menyemarakkan magrib mengaji di masjid tersebut,” dia jelaskan.

Ali Akbar berharap DMI Maghrib Mengaji akan menciptakan masyarakat yang gemar membaca Al-Quran dengan cara membaca sesuai dengan ketentuan ilmu tajwid yang biasa dipakai selama ini.

“Insya Allah kalo berjalan lancar tiap minggunya di kecamatan yang berbeda dan mendapatkan Rahmat dan Ridho Allah SWT. Masyarakat muslim Tangsel akan terbebas dari buta huruf Al Qur’an dan masyarakat Tangsel makin religius,” demikian Ali Akbar.

Diinformasikan bahwa DMI Magrib Mengaji ke+19 akan hadir di Masjid Al-Muhajirin, Kecamatan Serpong Utara pada Selasa malam 3 Februari 2026 yang bisa dihadiri oleh warga untuk mendukung pemberantasan buta huruf Al-Quran. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com