Penulis: Deni Nuryadin, Pimpinan BAZNAS Kota Tangsel

Beritabanten.com – Sejak zaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang senang saling membantu diantara masyarakatnya. Masih banyak ditemukan di tengah-tengah masyarakat desa dalam melestarikan budaya tolong menolong ini sehingga mengakar hingga sekarang.

Contoh seperti ini bisa kita lihat pada budaya tolong-menolong di pedesaan Jawa Tengah; melalui berbagai kegiatan yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, sering kali dikenal dengan istilah “gotong royong” atau “sambatan”.

Kegiatan ini mencakup berbagai aspek kehidupan.yang menyentuh hampir pada semua sendi-sendi aktifitas sosial.. sebut saja sistem irigasi sawah di Bali, yang dikenal sebagai subak, adalah bukti nyata tradisi gotong royong dan manajemen sosial yang kuat di antara para petani.

Sejarah telah membuktikan pada saat bangsa Indonesia diserang oleh wabah Covid 19, semua elemen bahu membahu membantu saudara-saudaranya yang terinfeksi virus mematikan ini untuk lepas dan dapat beraktifitas hidup normal kembali.

Bangsa Indonesia mendapat pengakuan internasional tentang tingkat kedermawanan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia.

Indonesia telah dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia selama tujuh tahun berturut-turut (dari 2018 hingga 2024) berdasarkan laporan World Giving Index (WGI) yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF).

Kemudian pada laporan WGI 2024 terbaru, Indonesia kembali menempati posisi teratas dengan skor 74 poin, mengungguli negara-negara lain seperti Kenya dan Singapura.

Kini bangsa Indonesia diuji kembali dalam membuktilan tingkat kedermawanan ini dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di tiga provinsi di Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Berlomba-lomba mengulurkan tangan kebaikan dari anak manusia bangsa Indonesia yang berhati mulia untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.

Sebagaimana isi dari Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 48 menyebutkan “seandainya Allah SWT menghendaki, niscaya dia akan menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah SWT hendak mengujimu tentang karunia yang telah dianugerahkan kepadamu maka *berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan*.

Ajakan bagi semua Warga Kota Tangerang Selatan untuk bergerak mengulurkan tangan kebaikannya melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk membantu saudara kita yang tertimpa banjir bandang Sumatra, bukan seberapa besar bantuan yang kita berikan namun seberapa besar nilai bantuan sebagai bukti ekspresi kepeduliaan maka dengan demikian kita akan berbuat yang terbaik dalam membantu suadara-saudara kita.

Masih banyak membutuhkan bantuan terlebih untuk pemulihan, rehabilitasi dan juga rekonstruksi. Rangkaian kegiatan pemulihan meliputi mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasarana dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi, hal ini membutuhkan dana tidak sedikit.

Selain kebutuhan pendanaan ada hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, dan tempat tinggal sementara (tenda/pengungsian), hingga bantuan medis (obat-obatan, pertolongan pertama), kebersihan (sabun, pembalut, popok), peralatan darurat (genset, senter), dukungan psikologis (konseling), hingga bantuan pemulihan fisik rumah serta infarstruktur darurat agar warga tertimpa bencana dapat memulai akfifitasnya seperti sedia kala.

Dengan demikian kita telah menjalankan beberapa keutamaan sesuai perintah Allah di dalam Al Qur’an, artinya:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Terjemahan:

” …barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. *Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya… “* (QS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Ayat ini menekankan betapa tingginya nilai sebuah nyawa manusia dalam Islam dan perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, bukan dalam dosa dan permusuhan.

Di sisi lain pada hadis-hadis tentang keutamaan menolong sesama dan memudahkan urusan orang lain secara umum dperintahkan, seperti: “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya” seorang manusi,

Begitu pula kebalikannya, membunuh Satu Jiwa Setara Menghilangkan Nyawa Seluruh Manusia, Allah melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi, apalagi sampai menghilangkan nyawa.

Surat Al Maidah ayat 32:

“Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya.

Barang siapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat.

Surat Al-Maidah [5] ayat 2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan,

(QS. Al-Maidah: 32) Ketika saudara kita jatuh, kita tidak boleh berpaling …

Barangsiapa menyelamatkan satu jiwa, seakan ia menyelamatkan seluruh manusia.” — (QS. Al-Maidah: 32)

Inilah landasan umat dalam semangat membantu maka dengan demikian atas dasar kemanusiaan, yuk kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir bandang Sumatra. Semoga bapak dan ibu senantiasa diberikan pahala, rejeki dan kesehatan oleh Allah SWT. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com