Beritabanten.com – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan menyatakan bahwa pihaknya membangun fasiltas Material Recovery Facility pada bulan Agustus 2026.
Fasilitas yang berfungsi untuk melaukan penanganan sampah terpadu dari hulu hingga hilir di Kota Tangsel tersebut pada gilirannya bisa menyelsaikan problem sampah.
“Insya Allah di Agustus atau September, MRF sudah terbangun. Di sana sampah akan dipilah, yang bisa diolah akan kita olah, sementara yang tidak bisa diolah akan kita tindaklanjuti dengan skema lanjutan. Ini dingkat hilir,” jelas Pilar, Selasa 27 Januari 2026.
Dia mengatakan, penguatan penanganan sampah di tingkat hulu dilakukan melalui optimalisasi peran bank sampah yang ada di kelurahan-kelurahan. Saat ini, bank Sampah menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan percepatan penanganan sampah di Kota Tangsel.
“Setiap hari saya keliling menyampaikan di kelurahan-kelurahan kepada masyarakat terkait peran bank sampah. Ini sudah tercantum dalam keputusan Tim Percepatan Penanganan Sampah. Bank sampah kita gerakkan agar penanganan sampah bisa berjalan dari hulu ke hilir,” ujar Pilar.
Selain bank sampah, Pemkot Tangsel juga mendorong penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel tetap berkomitmen melanjutkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah. Namun, saat ini terdapat penyesuaian regulasi di tingkat pusat yang harus diikuti.
“PSEL sebenarnya sudah ada pemenang lelangnya sesuai Perpres 35 Tahun 2018. Tapi sekarang ada Perpres 109 yang baru, sehingga kita harus patuh dan menyesuaikan dari regulasi lama ke yang baru,” terangnya.
Ia menjelaskan, perubahan kebijakan tersebut mengalihkan skema pengelolaan dari investor swasta ke Danantara. Proses transisi tersebut saat ini masih berlangsung di tingkat pusat.
“Mudah-mudahan Tangsel bisa kembali menjadi prioritas agar proyek PSEL ini bisa segera terwujud. Ini solusi permanen, ramah lingkungan, dan sangat baik untuk penanganan sampah di Kota Tangsel,” kata Pilar.
Meski demikian, Pilar menekankan keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur di hilir, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat di tingkat hulu. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan